Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dana KONI Belum Pasti, Wushu Kaltara Nekat Kirim 3 Atlet Unggulan ke Seleknas Jakarta!

Beraupost • Kamis, 22 Januari 2026 | 08:10 WIB
Ketua Harian WI Kaltara, Hendra Radianto. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
Ketua Harian WI Kaltara, Hendra Radianto. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah Wushu Indonesia (WI) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk tetap mengirim atlet ke tingkat nasional.

Dengan dukungan dana yang belum pasti dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, tiga atlet muda tetap diberangkatkan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) Wushu Junior di Jakarta. Sebagai jalan menuju Kejuaraan Dunia Wushu Junior Maret mendatang.

Ketua Harian WI Kaltara Hendra Radianto mengungkapkan, hingga kini kepastian anggaran pembinaan dari KONI Kaltara belum diterima.

Kondisi tersebut membuat pengurus harus menyesuaikan jumlah atlet yang dikirim sesuai kemampuan mandiri organisasi.

“Anggaran dari KONI sampai sekarang belum ada kepastian. Karena itu kami tidak bisa mengirim maksimal, hanya atlet yang benar-benar prioritas,” ujar Hendra, Rabu (21/1).

Awalnya, WI Kaltara menyiapkan empat atlet. Namun satu atlet terpaksa batal diberangkatkan karena keterbatasan biaya serta kelas pertandingan yang tidak tersedia.

Meski dalam kondisi serba terbatas, tiga atlet terbaik yakni Romi Dilla Achmad, Muyassar Raehan, dan Diken Kurniawan tetap dipercaya membawa nama Kaltara.

“Salah satunya, Romi Dilla Achmad, merupakan peraih medali perak pada kejuaraan nasional sebelumnya,” ungkapnya.

Seleknas Wushu Junior diikuti atlet pilihan dari 18 provinsi. Undangan seleksi hanya diberikan kepada atlet berprestasi hasil kejurnas dan ajang nasional lainnya.

“Yang dipanggil memang atlet yang punya prestasi. Ini kesempatan besar, walaupun persiapannya singkat dan biayanya terbatas,” kata Hendra.

Ia mengakui, selain kendala dana, persiapan atlet juga terganggu karena panggilan seleknas yang mendadak dan harus disesuaikan dengan jadwal sekolah.

“Ini atlet pelajar, jadi latihannya harus diatur. Tapi kami tetap optimistis mereka bisa bersaing,” tegasnya.

Seleknas dijadwalkan berlangsung pada 22—23 Januari di Jakarta. Hasil seleksi akan menentukan atlet yang berhak memperkuat tim nasional Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior bulan Maret.

“Kami berharap dukungan anggaran pembinaan olahraga daerah ke depan dapat lebih diperhatikan. Agar potensi atlet muda tidak terhambat hanya karena keterbatasan biaya,” harapnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#anggaran #wushu #cabor #Koni Kaltara #Kaltara