HARIAN RAKYAT KALTARA — Sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang awal pembentukan karakter dan masa depan.
Pesan inilah yang disampaikan Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara (Sekprov Kaltara), Denny Harianto, saat bertemu dengan siswa dan tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Tanjung Selor.
Sekolah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Kehadiran di almamaternya bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai alumni yang ingin membagikan pengalaman dan motivasi kepada generasi penerus.
Ia menegaskan, setiap pelajar memiliki potensi besar untuk berkembang. Asalkan terus meningkatkan kapasitas diri dan membangun nilai pribadi.
“Kita harus menjadi pribadi yang memiliki value. Dengan value itulah, di mana pun kita berada, kita akan dihargai,” ujarnya, Senin (12/1).
Sekprov mengenang masa-masa sekolah sebagai fase pencarian jati diri yang menjadi fondasi langkahnya hingga kini.
Menurutnya, berdiri kembali di lingkungan sekolah sebagai Sekprov merupakan bukti anak daerah mampu bersaing dan menembus batas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Perkembangan teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan secara bijak. Sebagai sarana belajar dan pengembangan diri, bukan sebaliknya.
“Ada tiga pesan utama kepada para pelajar. Pertama, membangun mindset belajar sepanjang hayat. Kedua, menanamkan karakter kuat, terutama kejujuran sebagai nilai dasar. Ketiga, mempersiapkan diri sejak dini karena apa yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan,” bebernya.
Sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Sekprov menegaskan komitmen pemprov dalam mendukung pendidikan putra-putri daerah.
Salah satunya melalui penyediaan fasilitas asrama di sejumlah kota besar seperti Malang, Makassar, dan Yogyakarta. Guna membantu pelajar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Ia mengajak pelajar untuk selalu menghormati guru dan orang tua serta tidak melupakan sekolah asal.
Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan kecerdasan. Tetapi juga tekad, kerja keras, serta doa dan restu orang tua.
“Semua orang ingin sukses, tetapi yang membedakan adalah siapa yang benar-benar berjuang untuk sampai ke sana,” tutupnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi