Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Lagi Masalah, Sampah Rumah Tangga di Bulungan Kini Jadi Incaran Warga Gara-Gara Program Ini

Beraupost • Senin, 12 Januari 2026 | 08:55 WIB
KELOLA SAMPAH: Program pengelolaan sampah berbasis ecobrick berupaya mengubah pola pikir masyarakat. (FAISAL/HRK)
KELOLA SAMPAH: Program pengelolaan sampah berbasis ecobrick berupaya mengubah pola pikir masyarakat. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai kini justru memiliki nilai ekonomi tinggi di Kabupaten Bulungan.

Melalui program pengelolaan sampah berbasis ecobrick, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya mengubah pola pikir masyarakat. Agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Program ini digagas dan dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan sebagai salah satu strategi pengurangan sampah rumah tangga.

Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik non-organik, yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan.

Seperti bahan bangunan sederhana maupun produk ramah lingkungan lainnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Bulungan Indah Sariwati mengatakan, Pemkab Bulungan secara sengaja menetapkan nilai tukar ecobrick yang cukup tinggi untuk memancing partisipasi aktif masyarakat.

Kebijakan tersebut terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah.

“Harga ecobrick kami naikkan secara bertahap. Tahun 2023 harganya masih Rp 2 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 10 ribu. Pada 2026 ini ditetapkan Rp 20 ribu per kilogram. Skema ini sudah kami uji dan terbukti berhasil mendorong minat masyarakat,” ujarnya, Minggu (11/1).

Indah menjelaskan, meskipun pengurangan volume sampah di Kabupaten Bulungan belum terlalu signifikan.

Keberadaan ecobrick setidaknya telah membantu menekan jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ecobrik memang belum bisa menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. Tetapi sangat membantu mengurangi sampah plastik. Ini langkah kecil namun berdampak,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menekankan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran individu. Upaya pemerintah akan sulit berhasil jika tidak diikuti perubahan pola hidup masyarakat.

“Semua ini harus dimulai dari diri kita sendiri. Sulit mengajak orang lain berubah kalau kita sendiri belum peduli terhadap kebersihan lingkungan,” tegasnya.

Melalui program ecobrik, DLH Bulungan berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh dari lingkup terkecil. Yakni keluarga, hingga meluas ke masyarakat sekitar.

Tingginya nilai tukar ecobrik juga diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan berkelanjutan. Sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber manfaat, bukan lagi masalah. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#ecobrick #sampah rumah tangga #pemkab bulungan #sampah plastik