Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Ekspor Kaltara Anjlok 47 Persen, BPS Ungkap Sektor Tambang Jadi Pemicu Utama Penurunan Drastis

Beraupost • Minggu, 11 Januari 2026 | 07:45 WIB
EKSPOR KALTARA: Penurunan ekspor nonmigas didorong oleh melemahnya kinerja sektor hasil tambang yang turun hingga 57,50 persen. (HRK)
EKSPOR KALTARA: Penurunan ekspor nonmigas didorong oleh melemahnya kinerja sektor hasil tambang yang turun hingga 57,50 persen. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara mencatat kinerja ekspor Kaltara sepanjang Januari-November 2025 mengalami penurunan signifikan.

Nilai ekspor tercatat USD 1.253,57 juta, turun 47,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai USD 2.406,12 juta.

Kepala BPS Kaltara Masud Rifai menjelaskan, penurunan dipengaruhi oleh melemahnya ekspor nonmigas yang turun 47,77 persen.Dari USD 2.391,75 juta menjadi USD 1.249,28 juta.

Sementara itu, ekspor migas juga mengalami penurunan tajam sebesar 70,12 persen, dari USD 14,37 juta menjadi USD 4,29 juta.

“Penurunan ekspor nonmigas didorong oleh melemahnya kinerja sektor hasil tambang yang turun hingga 57,50 persen. Dari USD 1.934,40 juta menjadi USD 822,06 juta. Selain itu, ekspor hasil industri juga turun 7,97 persen menjadi USD 443,11 juta,” ujarnya, Jumat (9/1).

Secara bulanan, nilai ekspor Kaltara pada November 2025 tercatat sebesar USD 110,91 juta, atau turun 12,60 persen dibandingkan Oktober 2025.

Penurunan ini sejalan dengan turunnya ekspor nonmigas sebesar 11,79 persen pada periode yang sama.

BPS juga mencatat ekspor asli Provinsi Kalimantan Utara selama Januari—November 2025 mencapai USD 1.263,92 juta, mengalami penurunan 12,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, terdapat kinerja positif dari sektor hasil industri dan pertanian.

Ekspor hasil industri meningkat 49,64 persen menjadi USD 391,59 juta. Sedangkan ekspor hasil pertanian tumbuh 27,69 persen menjadi USD 45,98 juta.

“Ini menunjukkan bahwa meskipun sektor tambang masih menjadi penekan utama, sektor industri dan pertanian mulai menunjukkan penguatan dan berpotensi menjadi penopang ekspor ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, ekspor asli Kaltara melalui pelabuhan di luar provinsi pada Januari—November 2025 tercatat sebesar USD 143,58 juta.

Provinsi tujuan utama ekspor tersebut adalah Jawa Timur dengan nilai USD 132,72 juta, disusul Sulawesi Selatan sebesar USD 7,57 juta, dan DKI Jakarta USD 3,19 juta.

“Ke depan diperlukan penguatan hilirisasi dan diversifikasi komoditas. Agar kinerja ekspor Kaltara lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada sektor tambang,” pungkasnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#tambang #penurunan #ekspor #Kaltara