HARIAN RAKYAT KALTARA — Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan sedang hingga tinggi masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah.
Dalam satu hingga tiga pekan ke depan, dengan kecenderungan berlanjut sepanjang Januari hingga Februari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Andi Amriampa mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Mengingat potensi dampak yang dapat ditimbulkan, terutama banjir dan tanah longsor di wilayah rawan.
“BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi masih berpotensi terjadi. Karena itu, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan langkah mitigasi, terutama di daerah yang sudah mengajukan status siaga bencana,” ujarnya, Kamis (8/1) lalu.
Saat ini, tercatat dua kabupaten telah mengajukan status siaga bencana. Dua wilayah di antaranya telah mengalami kejadian banjir, yakni Kecamatan Sekatak di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan Sembakung di Kabupaten Nunukan.
“Selain itu, laporan potensi kerawanan juga disampaikan oleh Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan,” sebut dia.
Ia menjelaskan, kondisi banjir di Kecamatan Sekatak kini telah berangsur surut. Namun, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan masih adanya persoalan struktural yang belum tertangani secara menyeluruh.
Daya tampung sungai yang terbatas serta pendangkalan pada drainase utama, dinilai berpotensi memicu banjir kembali apabila hujan lebat terjadi dalam waktu dekat.
Sementara itu, di Kecamatan Sembakung, pemerintah kabupaten telah menurunkan tim untuk melakukan kajian cepat.
Kajian ini bertujuan menentukan apakah status wilayah tetap berada pada tahap siaga bencana atau perlu ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Keputusan status akan sangat bergantung pada hasil kajian cepat dan potensi risiko lanjutan yang ada,” jelasnya.
Di tingkat desa, BPBD Kaltara mendorong penguatan program Desa Tangguh Bencana dengan mengaktifkan kembali kesiapsiagaan berbasis komunitas.
Upaya ini difokuskan pada wilayah rawan banjir. Agar masyarakat memiliki kemampuan awal dalam menghadapi potensi bencana.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci. Kami mendorong desa-desa rawan untuk lebih siap. Mulai dari sistem peringatan dini, jalur evakuasi, hingga kesiapan relawan,” ungkapnya.
BPBD Kaltara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pemerintah setempat, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (fai/uno)
Editor : Nurismi