HARIAN RAKYAT KALTARA - Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Tarakan tidak hanya dilakukan melalui penindakan. Tetapi juga lewat pendekatan edukatif kepada pengguna jalan berisiko tinggi.
Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Tarakan menyasar sopir truk sebagai kelompok strategis dalam kampanye keselamatan berkendara, Kamis (8/1).
Kegiatan imbauan keselamatan berlangsung di Tempat Pangkalan Parkir (TP2) sopir truk Juata Laut, kawasan yang menjadi pusat aktivitas kendaraan angkutan barang.
Para pengemudi diberikan pemahaman tentang pentingnya disiplin berlalu lintas, mengingat kendaraan besar memiliki potensi risiko kecelakaan yang lebih tinggi.
Kasatlantas Polres Tarakan, AKP Rudika Harto Kanajiri menegaskan, sopir truk memegang peran vital dalam menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Truk membawa beban besar dan beroperasi di jalur padat. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Satlantas menekankan sejumlah poin penting. Mulai dari larangan berkendara ugal-ugalan, kewajiban menjaga jarak aman, penggunaan kecepatan sesuai ketentuan, hingga larangan parkir di bahu jalan yang dapat memicu kecelakaan.
Selain perilaku berkendara, aspek teknis kendaraan juga menjadi perhatian. Para sopir diimbau untuk selalu menutup bak truk dengan terpal saat mengangkut material, agar muatan tidak tercecer di jalan.
Petugas juga mengingatkan agar barang yang menjulur ke luar kendaraan diberi tanda mencolok. Guna meningkatkan kewaspadaan pengendara lain.
“Tak kalah penting, kelengkapan administrasi turut ditekankan. Para sopir diminta memastikan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai golongan kendaraan, yakni SIM BI atau BII bagi pengemudi angkutan berat,” ungkap Rudika.
Satlantas juga mengingatkan faktor keselamatan pribadi pengemudi. Larangan merokok saat berkendara disampaikan.
Karena dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Sebagai bentuk edukasi kami juga membagikan brosur terkait over dimension dan over load (ODOL) kepada para sopir. Materi tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman pengemudi tentang batasan muatan dan dimensi kendaraan yang aman. Serta sesuai dengan ketentuan hukum,” harapnya.
Melalui pendekatan edukatif ini, Satlantas Polres Tarakan berharap kesadaran dan kepatuhan para sopir truk dapat meningkat. Sehingga keselamatan berlalu lintas di Kota Tarakan semakin terjaga. (sas/uno)
Editor : Nurismi