Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pemeprov Perkuat Pencegahan Dengue Melalui Program Vaksinasi Dengue Pertama di Kalimantan Utara

Beraupost • Jumat, 9 Januari 2026 | 17:56 WIB
VAKSINASI: Pemerintah Kaltara perkuat pencegahan DBD di Kaltara dengan menggelar vaksinasi gratis. (ISTIMEWA)
VAKSINASI: Pemerintah Kaltara perkuat pencegahan DBD di Kaltara dengan menggelar vaksinasi gratis. (ISTIMEWA)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di
banyak wilayah di Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI mencatat, hinggal 1 Desember 2025 terdapat 139.298 kasus dengue (Incidence Rate/IR: 49,16/100.000 penduduk) di Indonesia dengan angka kematian sebanyak 583 kasus.

Di tengah situasi tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara memperkuat upaya pencegahan terpadu. Melalui pelaksanaan program vaksinasi dengue, melengkapi langkah pengendalian yang telah berjalan.

Peresmian vaksinasi dengue hari ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara
dengan anggaran pembelian vaksin DBD bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Utara.

Adapun lokus kegiatan yaitu pada Kabupaten Bulungan, khususnya Kecamatan Tanjung Palas
Utara.

Kegiatan dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten
Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara di Balai Desa Panca Agung, dan juga bermitra
dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines.

Dengan turut melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Kesehatan RI, Komite Nasional/Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda KIPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pemerintah Kabupaten Bulungan, serta lintas sektor lainnya.

Di Provinsi Kalimantan Utara, dengue bersifat endemik di seluruh wilayah. Pada 2024,
Kalimantan Utara mencatat 735 kasus dengue (IR: 98,98/100.000 penduduk) dengan CFR
1,09 persen.

Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus dan kematian
akibat dengue yang tertinggi, di mana 46,81 persen  dari total kasus sepanjang tahun 2024 terjadi pada kelompok usia 6-14 tahun. Tren penularan pada kelompok usia ini masih terus meningkat hingga Juli 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltarara, Usman menyampaikan Kaltara berkomitmen memperkuat pengendalian dengue secara berkelanjutan melalui upaya komprehensif yang sudah berjalan.

Mulai dari penguatan surveilans, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, hingga memberikan penyuluhan kepada masyarakat seputar bahaya dengue.

Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi, kita perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih inovatif.

Karena itu, program vaksinasi dengue ini kami dorong sebagai strategi yang
melengkapi upaya perlindungan yang sudah ada, khususnya untuk kelompok yang paling
rentan.

Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan target bersama ‘Nol Kematian
Akibat Dengue di Tahun 2030’.

"Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, serta para mitra, kami yakin Kalimantan Utara dapat mengambil langkah maju yang terukur dalam melindungi masyarakat dari dengue," ungkapnya. 

Mendukung pernyataan yang disampaikan Kadis Kesehatan Kaltara, Bupati Kabupaten
Bulungan, Syarwani melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono menegaskan Program vaksinasi dengue ini bukan untuk menggantikan upaya yang telah berjalan.

"Melainkan sebagai lapisan perlindungan tambahan dalam menghadapi ancaman nyata demam berdarah yang semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas curah hujan yang mulai naik," tutunya.

Program vaksinasi ini diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan yang selama ini telah dijalankan bersama, di mana masyarakat tetap perlu disiplin menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak, sambil membangun perlindungan dari dalam tubuhmelalui vaksinasi.

Pelaksanaan program vaksinasi dengue di Bulungan menjadi momen penting, karena menandai dimulainya tahap implementasi yang konkret untuk melindungi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan.

Dengan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak Desember 2025 melalui sosialisasi kepada petugas kesehatan di Puskesmas, koordinasi lintas sektor dalam pemenuhan sarana prasarana, dilanjutkan sosialisasi kepada lintas sektor dan masyarakat pada 6 Januari, serta peresmian yang dilakukan hari ini.

Pada tahap awal, vaksinasi direncanakan diberikan kepada 725 anak usia 9–13 tahun atau kelas 3, 4, dan 6 pada 13 Sekolah Dasar serta kelas 7 Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, dengan pelaksanaan yang dipersiapkan secara saksama mulai dari skrining kesehatan sebelum vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pasca imunisasi.

Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap program ini berjalan lancar dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga semakin banyak anak di Bulungan yang terlindungi dari infeksi dengue yang berpotensi mengancam nyawa.

Presiden Direktur PT Bio Farma Shadiq Akasya mengatakan, sebagai bagian dari upaya aktif memerangi dengue di Indonesia, Bio Farma terus mendorong perluasan akses vaksin dengue, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga melalui berbagai jalur layanan dan perangkat negara, termasuk pemerintah daerah.

"Kami memandang penguatan pencegahan dengue membutuhkan langkah yang konsisten dan berkelanjutan, dengan edukasi yang jelas kepada para pemangku kepentingan agar program dapat dipahami dan dijalankan dengan baik," jelasnya.

Melalui dukungan pada program publik seperti yang dimulai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Bulungan ini, pihaknya berharap lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan manfaat perlindungan terhadap virus dengue.

"Bio Farma akan terus berkomitmen memastikan ketersediaan dan dukungan pelaksanaan program secara bertahap, sebagai bagian dari kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional," tambahnya. (adv)

Editor : Nurismi
#vaksinasi dbd #Dinkes Kaltara #pencegahan DBD #pemprov kaltara