Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Genjot Kapasitas Logistik Kaltara, Pengerukan Dermaga Pelabuhan Malundung Tarakan Rampung Februari 2026

Beraupost • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:35 WIB
PETI KEMAS: Arus peti kemas tahun 2025 alami penurunan akibat berkurangnya pengapalan LNG. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PETI KEMAS: Arus peti kemas tahun 2025 alami penurunan akibat berkurangnya pengapalan LNG. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA– Arus peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Malundung Tarakan sepanjang 2025 memang terkoreksi dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, PT Pelindo Peti Kemas Tarakan menilai kondisi tersebut sebagai fase penyesuaian sementara, bukan perlambatan struktural.

Terminal Head PT Pelindo Peti Kemas Tarakan, Amrullah menegaskan, penurunan throughput tidak menggoyahkan arah pengembangan Pelabuhan Malundung sebagai gerbang logistik utama di wilayah Kaltara.

“Sepanjang 2025, arus peti kemas tercatat sekitar 70 ribu TEUs, turun dari 85 ribu TEUs pada 2024. Penurunan ini lebih disebabkan faktor eksternal, bukan kinerja pelabuhan,” ujarnya, Rabu (7/1).

Amrullah menjelaskan, sekitar 10 ribu TEUs penurunan berasal dari berkurangnya pengapalan LNG yang sebelumnya dilakukan secara direct call dari Tarakan ke Tiongkok.

Komoditas tersebut dipasok oleh PT Kayan dan sangat bergantung pada dinamika permintaan pasar global.

“Ketika permintaan ekspor menurun, volume LNG otomatis ikut berkurang. Ini di luar kendali operator pelabuhan,” jelas Amrullah.

Sementara itu, sekitar 5 ribu TEUs lainnya berasal dari koreksi arus kontainer domestik dari Surabaya.

Meski demikian, Amrullah menekankan capaian 2025 masih lebih baik dibandingkan 2023 yang hanya mencatat 63 ribu TEUs.

“Tahun 2024 terjadi lonjakan karena faktor LNG yang sifatnya insidentil. Ketika faktor itu berkurang, angka kembali normal. Tapi tren jangka panjangnya tetap positif,” tegasnya.

Untuk menjaga daya saing dan mendorong pertumbuhan trafik, Pelindo Peti Kemas Tarakan kini fokus memperkuat infrastruktur.

Salah satu proyek strategis yang tengah berjalan adalah pengerukan dermaga Pelabuhan Malundung.

“Progres fisik pengerukan sudah sekitar 30 persen dan ditargetkan rampung akhir Februari 2026,” kata Amrullah.

Dengan kedalaman yang lebih optimal, Pelabuhan Malundung diharapkan mampu melayani berbagai jenis kapal.

Mulai dari peti kemas, general cargo, hingga kapal penumpang Pelni. Sehingga pemanfaatan tambatan menjadi lebih maksimal.

Dari sisi operasional, kinerja bongkar muat justru menunjukkan tren positif. Standar layanan atau Box Ship Hour (BSH) yang disepakati bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) berada di angka 15 box per jam.

“Alhamdulillah, realisasi kami sudah mencapai 15,6 hingga 15,7 BSH,” imbuhnya.

Ke depan, seiring penerapan operasi 24 jam 7 hari, modernisasi terminal operating system, serta selesainya pengerukan, Pelindo menargetkan produktivitas minimal 18 BSH.

"Pada kondisi tertentu kami bahkan pernah tembus 22 box per jam. Namun cuaca tetap menjadi faktor utama. Terutama angin kencang yang memaksa operasional dihentikan demi keselamatan,” tambahnya.

Amrullah menekankan, peningkatan kinerja pelabuhan membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari shipping line, regulator, hingga pemerintah daerah, khususnya dalam penyesuaian pola tambatan dan jadwal kapal.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pelindo Peti Kemas Tarakan optimistis Pelabuhan Malundung akan kembali mencatat pertumbuhan dan semakin berperan dalam menopang ekonomi dan logistik Kaltara.

“Pengembangan ke depan juga mencakup penambahan dermaga dan pekerjaan sonasi. Ini butuh kolaborasi semua pihak,” pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#Pelabuhan Malundung Tarakan #peti kemas