Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Sepelekan Flu Berat! Dinkes Tarakan Temukan Kasus Influenza Tipe A, Ini Ciri-cirinya

Beraupost • Rabu, 7 Januari 2026 | 08:35 WIB
PENCEGAHAN: Dinkes Tarakan menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan Kesehatan lebih selektif dalam melakukan pemeriksaan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PENCEGAHAN: Dinkes Tarakan menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan Kesehatan lebih selektif dalam melakukan pemeriksaan. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala flu berat.

Menyusul ditemukannya kasus influenza tipe A atau yang dikenal di masyarakat sebagai super flu.

Penyakit ini memiliki gejala lebih berat dibanding flu biasa dan berpotensi menular dengan cepat, terutama pada kelompok rentan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tarakan Rinny Faulina mengatakan, sepanjang November 2025 pihaknya menemukan tiga kasus influenza tipe A di Kota Tarakan.

Meski seluruh pasien telah dinyatakan sembuh dan hingga Januari 2026 belum ditemukan kasus baru, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

“Disebut super flu karena gejalanya lebih berat dibanding influenza biasa. Demamnya bisa mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius, disertai sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan badan terasa ngilu,” ujar Rinny, Selasa (6/1).

Menurutnya, penularan influenza tipe A tergolong cepat dan kerap tidak terdeteksi karena gejalanya dianggap sebagai flu biasa.

Banyak masyarakat memilih pengobatan mandiri sehingga tidak tercatat di fasilitas kesehatan.

“Ini yang membuat kasusnya bisa luput. Gejalanya mirip flu biasa, tapi sebenarnya lebih berat dan berisiko, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita penyakit penyerta,” terangnya.

Rinny menegaskan kondisi tersebut tidak mengarah pada situasi pandemi seperti Covid-19.

Namun, laju penularannya tetap perlu diwaspadai, agar tidak memicu peningkatan kasus secara luas.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Tarakan telah menginstruksikan seluruh puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk lebih selektif dalam melakukan pemeriksaan, khususnya pada pasien dengan demam tinggi di atas normal.

“Kami minta tenaga kesehatan lebih teliti saat anamnesis. Jika demamnya tinggi dan gejalanya berat, harus lebih waspada,” jelasnya.

Selain penguatan layanan kesehatan, Dinkes juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar kembali menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker di tempat berisiko, serta membatasi aktivitas saat sedang sakit.

“Kalau sedang flu, sebaiknya pakai masker untuk melindungi keluarga dan kurangi aktivitas di luar rumah,” imbaunya.

Rinny menambahkan, menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci utama pencegahan. Pola makan bergizi, olahraga teratur, istirahat cukup.

Termasuk konsumsi suplemen bila diperlukan dinilai dapat membantu meningkatkan imunitas.

Terkait pencegahan tambahan, vaksin influenza tetap dianjurkan meski varian virus super flu berbeda.

Vaksin tersebut tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan dan praktik dokter swasta, meskipun umumnya berbayar.

“Vaksin influenza masih bisa digunakan sebagai perlindungan, meski variannya berbeda,” katanya.

Dinkes Tarakan mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat, terutama jika disertai demam tinggi dan nyeri hebat.

“Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih luas,” ujar Rinny.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara meluruskan pemahaman masyarakat terkait istilah “super flu” yang belakangan menjadi perbincangan.

Kepala Dinkes Kaltara Usman menegaskan, secara medis tidak ada istilah penyakit bernama super flu.

Melainkan istilah awam untuk menggambarkan flu dengan tingkat penularan dan gejala yang lebih berat dari flu biasa.

“Secara medis sebenarnya tidak ada penyakit superflu. Itu hanya istilah masyarakat karena penyebarannya cepat dan gejalanya lebih berat,” katanya.

Ia menjelaskan, flu yang sering disebut superflu ini ditandai dengan gejala demam tinggi hingga mencapai 39—40 derajat Celsius, disertai sesak napas dan rasa lemas.

Meski demikian, Usman menegaskan tingkat fatalitas penyakit tersebut relatif rendah dan tidak seperti Covid-19.

Jenis penularannya hampir sama dengan Covid-19, yaitu melalui saluran pernapasan, terutama saat berada di kerumunan. Namun tingkat keparahannya sampai menyebabkan kematian jauh lebih rendah.

Usman menyebutkan, kemungkinan kasus dengan gejala seperti ini sebenarnya ada di Kalimantan Utara. Namun, tidak semua penderita datang ke fasilitas kesehatan.

Hal tersebut diduga karena sebagian masyarakat masih takut dianggap sebagai kasus Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

Padahal, menurutnya, flu dengan gejala berat ini tidak memerlukan isolasi ketat seperti Covid-19.

Penanganannya pun hampir sama dengan flu pada umumnya, yakni bersifat simptomatik atau sesuai keluhan pasien.

“Tidak perlu isolasi khusus karena fatalitasnya rendah. Penanganannya juga hampir sama dengan flu biasa,” ujarnya.

Terkait upaya pencegahan, Dinkes Kaltara mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Jika mengalami gejala flu atau demam, masyarakat dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mencegah penularan.

Soal vaksin, Usman menyampaikan vaksin flu sebenarnya tersedia. Namun belum menjadi program pemerintah seperti vaksin Covid-19.

Vaksin flu selama ini diberikan kepada kelompok tertentu, seperti calon jemaah haji, dan bersifat berbayar.

“Kondisi cuaca hujan yang sering terjadi juga berpengaruh terhadap meningkatnya risiko flu. Daya tahan tubuh yang menurun akibat cuaca dapat mempermudah virus menginfeksi tubuh,” ungkapnya.

Di sisi lain, Usman juga menyinggung pelaksanaan program BKK yang masih terus berjalan di fasilitas kesehatan, termasuk di wilayah terpencil.

Hingga saat ini, capaian program tersebut belum mencapai target 60 persen akibat kendala akses dan pelaporan. (sas/fai/uno)

Editor : Nurismi
#tipe A #influenza #flu berat #Dinkes Tarakan