HARIAN RAKYAT KALTARA — Polres Tarakan memastikan pelaksanaan Operasi Lilin Kayan 2025 berjalan aman dan terkendali hingga berakhirnya masa operasi.
Hal tersebut disampaikan Kabag Ops Polres Tarakan AKP Jamzani, saat ditemui pada Senin (5/1).
Jamzani mengatakan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Operasi Lilin berlangsung relatif kondusif.
Meski terdapat beberapa kejadian, baik kecelakaan lalu lintas maupun tindak pidana penganiayaan. Seluruhnya dapat ditangani dengan cepat oleh jajaran kepolisian.
“Alhamdulillah hasil Operasi Lilin berjalan dengan kondisi terkendali. Walaupun ada beberapa kejadian, baik laka lantas maupun penganiayaan. Semuanya bisa kita atasi dengan cepat. Harapan dari Ops Lilin ini memang tidak ada kejadian yang menimbulkan kerawanan kamtibmas,” ujar Jamzani.
Ia menjelaskan, salah satu kejadian menonjol selama masa operasi adalah kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Gajah Mada RT 22, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat.
Selain itu, terdapat pula kasus penganiayaan di kawasan Pantai Amal, yang seluruhnya telah ditangani oleh pihak kepolisian.
“Untuk kasus di Perikanan sudah terungkap dan diamankan. Dua orang sudah ditahan, sementara satu orang masih berstatus DPO. Sebelumnya ada juga kejadian penganiayaan, enam orang yang sudah dilakukan penahanan,” jelasnya.
Usai berakhirnya Operasi Lilin Kayan 2025, Polres Tarakan tetap melanjutkan kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Hal ini dilakukan karena arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026 masih terjadi, khususnya pada akhir pekan.
“Sabtu ke Minggu hingga hari ini kami masih melaksanakan KRYD. Arus mudik paling ramai terjadi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Sempat padat, namun alhamdulillah berjalan aman dan terkendali,” katanya.
Sementara itu, untuk pos-pos pengamanan terpadu, baik di bandara maupun pelabuhan, Jamzani memastikan tidak terdapat kejadian menonjol.
Laporan yang masuk umumnya hanya terkait barang tertinggal atau kelupaan milik penumpang.
“Di pos-pos pengamanan tidak ada kejadian menonjol. Paling hanya barang tertinggal seperti koper. Itu pun sebagian besar sudah berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengalami kehilangan atau tertinggal barang.
Pasalnya, keterlambatan pelaporan dapat menyulitkan petugas dalam proses penelusuran.
Terkait antisipasi gangguan kamtibmas seperti penggunaan petasan dan kembang api, Polres Tarakan juga telah melakukan patroli intensif sejak Jumat sore.
Meski terdapat larangan dari Kapolda, pihak kepolisian lebih mengedepankan imbauan dan teguran secara persuasif kepada masyarakat.
“Kami sudah antisipasi dengan patroli KRYD. Kalau ada yang menyalakan petasan, kami berikan teguran lisan. Yang penting tidak mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas,” jelasnya.
Jamzani menambahkan, patroli hingga dini hari juga dilakukan di sejumlah wilayah rawan, termasuk kawasan Perumnas dan Jalan Mulawarman.
Hasilnya, situasi terpantau aman dan tidak ada kejadian menonjol. Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pencurian yang cenderung meningkat di awal tahun.
“Masyarakat agar lebih berhati-hati. Jangan sampai ada niat dan kesempatan yang memudahkan pelaku melakukan pencurian,” pesannya. (sas/uno)
Editor : Nurismi