HARIAN RAKYAT KALTARA- Pengamanan hutan di Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini bertumpu pada jumlah personel yang sangat terbatas.
Di tengah luas kawasan hutan yang mencapai sekitar 5,6 juta hektare atau hampir 80 persen dari total wilayah provinsi.
Hanya sekitar 60 Polisi Kehutanan (Polhut) yang menjalankan tugas pengawasan di lapangan.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara Nur Laila mengungkapkan, kondisi tersebut membuat beban kerja Polhut di Kaltara sangat berat.
Secara hitung-hitungan kasar, satu orang Polhut harus mengawasi kawasan hutan dengan luasan puluhan ribu hektare.
“Kalau kita bagi luas hutan dengan jumlah Polhut yang ada, jelas itu belum ideal,” ujarnya, Minggu (28/12).
Dengan keterbatasan personel ini, Dishut Kaltara harus memaksimalkan pengawasan melalui berbagai Upaya. Meski diakui hasilnya belum bisa optimal.
Padahal, kawasan hutan Kaltara memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem, sumber keanekaragaman hayati. Sekaligus penopang kehidupan masyarakat di sekitar hutan.
Nur Laila menjelaskan, saat ini dukungan pengamanan hutan juga melibatkan tenaga teknis kehutanan yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi (DBH DR).
Namun, pola pembiayaan tersebut bersifat sementara karena bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Selama DBH ada, tenaga teknis bisa membantu. Tapi ini tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang,” ungkapnya.
Ia menilai, penguatan kelembagaan melalui penambahan Polhut berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan fungsional menjadi langkah strategis yang perlu didorong.
Dengan SDM yang memadai dan berkelanjutan, pengawasan hutan diharapkan dapat dilakukan secara lebih konsisten dan menyeluruh.
Di tengah besarnya tanggung jawab menjaga jutaan hektare hutan, keterbatasan jumlah Polhut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kaltara.
“Pemerintah daerah berharap perhatian dari pemerintah pusat agar pengamanan kawasan hutan di provinsi perbatasan ini dapat berjalan seimbang. Dengan luas wilayah dan kompleksitas tantangan yang dihadapi,” tandasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi