HARIAN RAKYAT KALTAR — Lonjakan aktivitas transportasi laut selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi perhatian serius Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan.
Sejumlah titik rawan di wilayah perairan dan pelabuhan dipetakan sebagai prioritas pengawasan dalam pelaksanaan siaga SAR khusus Nataru.
Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril mengatakan, peningkatan mobilitas masyarakat melalui jalur laut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan. Terutama di kawasan pelabuhan dan jalur penyeberangan.
Karena itu, Basarnas Tarakan memfokuskan kesiapsiagaan pada titik-titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Titik rawan kami maksimalkan pengawasannya pada arus transportasi laut dan perairan. Lonjakan penumpang biasanya terjadi di pelabuhan-pelabuhan utama,” ujar Syahril.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pengawasan antara lain Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Pelabuhan Malundung serta jalur penyeberangan di Juata Laut.
Ketiga lokasi tersebut dinilai rawan. Karena tingginya aktivitas keluar-masuk penumpang dan kapal, khususnya pada masa puncak arus mudik dan balik Nataru.
Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di titik-titik tersebut, Basarnas Tarakan menempatkan personel di pos-pos siaga yang telah dipetakan sebelumnya.
Sebanyak 80 personel disiagakan di berbagai pos strategis, baik di pelabuhan, perairan maupun lokasi wisata pesisir yang ramai dikunjungi masyarakat selama libur akhir tahun.
“Personel kami sudah diplotting di setiap pos rawan, untuk memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.
Selain kekuatan personel, Basarnas Tarakan juga menyiapkan sembilan unit alutsar air. Di antaranya kapal SAR berukuran 40 meter, empat unit rigid buoyant boat (RBB), serta peralatan pendukung lainnya.
Di sektor darat, sembilan unit peralatan SAR juga disiagakan untuk menjangkau area pesisir dan permukiman sekitar perairan.
Basarnas Tarakan turut melibatkan unsur potensi SAR dalam pelaksanaan siaga khusus ini.
Kolaborasi dilakukan bersama instansi terkait dan relawan SAR untuk memperkuat pengawasan di titik-titik rawan dan mempercepat proses evakuasi apabila terjadi insiden.
“Potensi SAR kami libatkan dan bergabung di pos-pos siaga, agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” tambah Syahril.
Pelaksanaan siaga SAR khusus Natal dan Tahun Baru berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Selama periode tersebut, seluruh personel dan peralatan dipastikan dalam kondisi siap operasional.
Syahril juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut. Agar meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi standar keselamatan.
Penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan kepatuhan terhadap kapasitas kapal dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perairan.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keselamatan. Terutama saat melintas di titik-titik rawan selama Nataru,” pesannya. (sas/uno)
Editor : Nurismi