HARIAN RAKYAT KALTARA — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan memprediksi lonjakan signifikan jumlah penumpang angkutan laut, selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kenaikan diperkirakan mencapai sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala KSOP Kelas IIA Tarakan Stanislaus Wembly Wetik mengatakan, posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru resmi mulai beroperasi.
Ditandai dengan apel siaga yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah kami laksanakan hari ini. Kami juga mengundang seluruh stakeholder untuk bersinergi, dalam melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut,” ujarnya usai apel pembukaan posko Nataru di Pelabuhan Malundung, Kamis (18/12).
Sejumlah instansi turut terlibat dalam pengamanan dan pelayanan, di antaranya TNI-Polri, Imigrasi, Bea Cukai, PT Pelni, PT Pelindo, PT Perindo, serta operator penyeberangan.
KSOP Tarakan memperkirakan sebanyak 30.452 penumpang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Malundung dan lintasan penyeberangan ASDP selama periode Nataru.
“Prediksi ini berdasarkan integrasi data kapal Pelni, kapal penyeberangan ASDP, serta speed tradisional,” jelas Stanislaus.
Lonjakan penumpang diperkirakan mulai terjadi menjelang Natal, khususnya pada 24 Desember, baik untuk kapal Pelni maupun kapal feri penyeberangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan, KSOP menyiagakan 18 petugas setiap hari yang disebar di tiga posko pelayanan.
Dari sisi keselamatan, KSOP memastikan seluruh armada yang beroperasi telah melalui pemeriksaan kelaiklautan (ram check).
Pemeriksaan meliputi tiga kapal Pelni, dua kapal penyeberangan, serta 23 kapal tradisional pengangkut penumpang. “Seluruh kapal yang diperiksa telah dinyatakan laik laut,” tegasnya.
Selain itu, KSOP bersama stakeholder juga melakukan penggantian dan penambahan jaket pelampung, khususnya bagi speed tradisional. Guna meningkatkan keselamatan pelayaran.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, PT Pelni telah mengajukan dispensasi penambahan kapasitas penumpang hingga sekitar 25 persen.
Sementara itu, penambahan armada belum dilakukan. Namun kapal negara disiagakan untuk kondisi darurat.
“Kami menyiapkan empat kapal negara milik KSOP dan empat kapal negara dari Distrik Navigasi. Untuk mengantisipasi keadaan darurat maupun lonjakan penumpang,” tutur Stanislaus. (sas/uno)
Editor : Nurismi