HARIAN RAKYAT KALTARA - Kehadiran negara di wilayah perbatasan Kalimantan Utara terus diperkuat melalui peran strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Melalui Pangkalan TNI AU (Lanud) Anang Busra Tarakan, TNI AU menegaskan komitmennya dalam menjaga konektivitas dan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di kawasan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo mengatakan, selama bertahun-tahun, jalur udara Tarakan—Krayan—Tarakan menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman.
Meski secara geografis Krayan memiliki akses darat, kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui membuat transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan yang efektif dan aman.
Baik untuk pergerakan orang, distribusi logistik, maupun layanan kemanusiaan.
“Sejak berdirinya Lanud Anang Busra di Tarakan pada 2009, pesawat angkut TNI AU seperti Casa menjadi tulang punggung penerbangan reguler menuju Long Bawan. Dengan kondisi wilayah yang bergunung-gunung dan cuaca yang kerap berubah,” jelasnya, Senin (15/12).
Kehadiran pesawat TNI AU tidak hanya menjamin mobilitas, tetapi juga menjadi simbol nyata kehadiran negara di tapal batas.
Tidak sedikit kebutuhan pokok, hasil pertanian masyarakat, hingga bantuan sosial yang bergantung pada jalur udara tersebut.
Bahkan dalam situasi darurat, TNI AU kerap melaksanakan evakuasi medis dari wilayah pedalaman. Sebagai bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP).
Memastikan masyarakat Krayan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
Andreas juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AU merupakan kunci dalam memperkuat kehadiran negara, sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.
“Komitmen Gubernur untuk meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat wilayah 3T merupakan langkah visioner. Kami di Lanud Anang Busra siap mendukung dan bersinergi demi kepentingan masyarakat Krayan dan Kaltara secara keseluruhan,” tegasnya.
Ke depan, Lanud Anang Busra berkomitmen terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi transportasi udara.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, mempercepat mobilitas sumber daya manusia. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah 3T, khususnya di kawasan Krayan.
Penguatan peran strategis ini semakin nyata setelah Gubernur Kalimantan Utara H Zainal Arifin Paliwang melakukan kunjungan ke Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau) di Cilangkap, Jakarta Timur, pada 5 November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), dan diterima langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Sejumlah pejabat tinggi TNI AU turut hadir.
Di antaranya Asops Kasau Marsda TNI Suliono, S.Sos., serta Aster Kasau Marsda TNI Dr. Palito Sitorus, S.I.P., M.M. Kehadiran para pejabat ini mencerminkan perhatian serius TNI AU terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Kaltara.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kaltara menyampaikan sejumlah usulan strategis. Mulai dari penguatan koordinasi dengan TNI AU, dukungan pesawat angkut untuk rute Tarakan—Krayan—Tarakan.
Rencana pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Krayan. Hingga penambahan frekuensi penerbangan guna menjamin ketersediaan bahan pokok, serta kelancaran mobilitas masyarakat. (sas/uno)
Editor : Nurismi