HARIAN RAKYAT KALTARA — Menjelang arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pengawasan keselamatan angkutan perairan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan diperketat.
Dari hasil ramp check terpadu yang digelar selama dua hari, tercatat enam speedboat reguler dinyatakan belum memenuhi persyaratan laik layar.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Widia Ayu Saraswati menjelaskan, ramp check telah dilaksanakan pada 26—27 November 2025.
Dengan melibatkan lintas instansi, mulai dari UPTD Pelabuhan Tengkayu I, KSOP, BPTD, KSKP, Polairud, Distrik Navigasi hingga Jasa Raharja.
“Pemeriksaan dilakukan terhadap 25 armada tujuan Tanjung Selor, Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Sungai Nyamuk, dan Pulau Bunyu. Dari jumlah tersebut, tiga armada memang tidak beroperasi, sementara enam speedboat hingga saat ini belum kami berikan stiker laik layar,” ujarnya.
Menurut Ayu, ramp check difokuskan pada speedboat reguler yang beroperasi selama periode Nataru.
Enam armada yang belum memenuhi syarat ditemukan memiliki kekurangan pada aspek keselamatan.
Seperti kelengkapan pelampung, peralatan navigasi, obat-obatan P3K, hingga dokumen pelayaran.
“Speedboat yang belum memenuhi standar keselamatan tersebut tidak kami rekomendasikan untuk beroperasi selama masa Nataru. Demi menjamin keselamatan penumpang,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih armada. Calon penumpang disarankan hanya menggunakan speedboat yang telah dinyatakan laik layar dan memiliki stiker resmi.
Selain kelayakan armada, pengawasan muatan juga menjadi perhatian utama. Widia mengakui persoalan overkapasitas kerap muncul saat musim libur.
Karena itu, pemeriksaan rutin akan terus dilakukan sebelum keberangkatan. Dengan melibatkan BPTD serta petugas gabungan lainnya.
“Kami terus mengingatkan juragan, pemilik kapal, dan penumpang agar tidak melebihi kapasitas muatan. Pada masa Nataru, pengawasan akan ditingkatkan melalui posko terpadu,” jelasnya.
Masalah lain yang sering ditemui adalah manajemen waktu penumpang. Banyak penumpang datang mendekati jadwal keberangkatan. Sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan dan ketidaknyamanan.
“Kami imbau penumpang datang lebih awal, minimal 30 menit sebelum keberangkatan, agar proses naik kapal lebih tertib dan aman,” katanya.
Terkait layanan penunjang, operasional bus di kawasan pelabuhan sempat dihentikan sementara karena perawatan.
Namun menjelang Nataru, bus kembali diupayakan beroperasi untuk mendukung mobilitas penumpang. Sementara itu, kantong parkir tetap difokuskan di area drop zone guna menghindari kemacetan.
Selama periode Nataru, posko angkutan akan dibuka mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat data, pengawasan penumpang, serta koordinasi keselamatan dengan melibatkan KSOP, Basarnas, Polairud, TNI AL, Kesehatan Pelabuhan, hingga Jasa Raharja.
“Pelabuhan Tengkayu I merupakan salah satu pintu utama keluar-masuk Provinsi Kalimantan Utara melalui jalur perairan. Sehingga pengamanan Nataru menjadi agenda rutin setiap tahun,” tutup Ayu.
Hingga saat ini, jumlah penumpang masih terpantau normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Peningkatan diperkirakan baru terjadi seiring dimulainya libur sekolah dalam beberapa pekan ke depan. (sas/uno)