HARIAN RAKYAT KALTARA — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap reformasi pemasyarakatan dan implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Jajaran pengamanan melaksanakan razia kamar dan blok hunian Warga Binaan, Jumat (12/12) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 Wita itu menyasar Blok Pesantren, khususnya Kamar Hunian 2.
Razia diawali dengan pengarahan dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Minkamtib).
Dalam arahannya, keduanya menegaskan penggeledahan rutin merupakan langkah strategis.
Untuk mempersempit ruang gerak peredaran barang terlarang. Terutama narkoba, serta mencegah praktik penipuan dengan berbagai modus yang kerap menjadi ancaman laten di dalam Lapas dan Rutan.
“Razia ini bukan semata kegiatan insidental, tetapi bagian dari deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Sekaligus wujud dukungan terhadap program kerja 100 hari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri.
Selanjutnya, petugas mengarahkan seluruh Warga Binaan keluar dari kamar hunian secara tertib dan berbaris rapi.
Pemeriksaan badan dilakukan secara menyeluruh. Guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disimpan atau dibawa oleh Warga Binaan.
Setelah itu, penggeledahan dilanjutkan ke dalam kamar dan area blok hunian.
Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari tempat tidur, lemari pakaian, hingga perlengkapan pribadi milik Warga Binaan.
Setiap sudut kamar diperiksa untuk memastikan tidak terdapat barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban Lapas.
“Razia malam hari ini menjadi bagian dari strategi preventif Lapas Tarakan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya membangun sistem pemasyarakatan yang bersih dari narkoba serta praktik-praktik pelanggaran hukum lainnya,” tuturnya.
Melalui kegiatan penggeledahan rutin dan terukur, Lapas Kelas IIA Tarakan menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemasyarakatan yang berintegritas.
Sekaligus memberikan rasa aman tidak hanya bagi Warga Binaan, tetapi juga bagi seluruh petugas yang menjalankan tugas.
“Ke depan, Lapas Tarakan memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal dan implementasi kebijakan pemasyarakatan yang berorientasi pada keamanan, pembinaan, dan penegakan aturan,” harap Jupri. (sas/uno)
Editor : Nurismi