Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Razia Mendadak di Lapas Tarakan: Blok Delta Digeledah, Petugas Cari Narkoba dan HP Terlarang

Beraupost • Minggu, 14 Desember 2025 | 07:45 WIB
RAZIA KAMAR HUNIAN: Petugas Lapas Kelas IIA Tarakan melakukan razia di kamar hunian warga binaan. (LAPAS KELAS II A TARAKAN UNTUK HRK)
RAZIA KAMAR HUNIAN: Petugas Lapas Kelas IIA Tarakan melakukan razia di kamar hunian warga binaan. (LAPAS KELAS II A TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Upaya memperketat pengawasan dan menjaga ketertiban di lingkungan pemasyarakatan kembali menjadi fokus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan.

Pada Rabu (9/12) malam, sekitar pukul 19.30 WITA, jajaran pengamanan melaksanakan razia atau penggeledahan menyeluruh di Blok Delta, khususnya di Kamar Hunian 8.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk program kerja 100 hari yang menekankan pemberantasan peredaran narkoba serta penipuan daring yang kerap berakar dari balik jeruji.

Kepala Lapas Kelas II A Tarakan Jupri menegaskan, kegiatan razia tidak hanya untuk kepentingan penertiban semata, melainkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas pembinaan dan keamanan.

“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini. Kewaspadaan tak boleh kendor, apalagi di tengah program akselerasi yang sedang kami laksanakan. Kami ingin memastikan seluruh area hunian tetap steril dari barang-barang terlarang,” ujar Jupri, Jumat (12/12).

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengarahan yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka-KPLP) bersama Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban.

Dalam pengarahan tersebut ditekankan pentingnya ketegasan dan kehati-hatian petugas. Tanpa mengabaikan aspek humanis kepada warga binaan.

Begitu pengarahan selesai, petugas memulai tahapan pertama dengan meminta seluruh warga binaan di blok tersebut. Untuk keluar kamar secara tertib dan berbaris.

Pemeriksaan badan dilakukan satu per satu guna memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dibawa keluar.

Setelah area hunian benar-benar dikosongkan, tim gabungan keamanan kemudian bergerak melakukan pemeriksaan menyeluruh di dalam kamar.

“Setiap sudut ruangan diperiksa tanpa terkecuali. Mulai dari tempat tidur, bantal, lipatan selimut, lemari pakaian, ruang penyimpanan barang pribadi, hingga area makan. Pendekatan detail ini menjadi standar dalam razia malam, agar potensi gangguan keamanan dapat terdeteksi lebih awal,” jelasnya.

Menurut Jupri, penggeledahan rutin maupun insidentil merupakan bentuk komitmen Lapas Kelas II A Tarakan.

Dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan mendukung proses pembinaan.

“Tugas kami bukan hanya menjaga, tapi juga memastikan pembinaan dapat berjalan optimal. Keamanan adalah fondasi. Tanpa keamanan, pembinaan tidak mungkin berhasil,” tegasnya.

Ia menambahkan, ke depan, intensitas razia akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal.

Sekaligus mendukung komitmen nasional dalam memerangi segala bentuk kejahatan yang memanfaatkan kelemahan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami ingin memberikan pesan jelas, Lapas Kelas II A Tarakan berkomitmen penuh untuk bersih dari narkoba dan segala praktik ilegal lainnya,” pungkas Jupri. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#razia #handphone #lapas tarakan #narkoba