Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Terungkap! Ini Alasan Utama Kenaikan Harga Emas Global Picu Inflasi di Kaltara November

Beraupost • Minggu, 14 Desember 2025 | 07:25 WIB
PICU INFLASI: Harga emas global picu inflasi di tengah ekspektasi pelemahan ekonomi dunia. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PICU INFLASI: Harga emas global picu inflasi di tengah ekspektasi pelemahan ekonomi dunia. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Inflasi Kalimantan Utara (Kaltara) pada November 2025 tercatat tetap berada dalam kondisi stabil.

Berdasarkan rilis Bank Indonesia (BI) Kaltara, inflasi Kaltara secara bulanan mencapai 0,11 persen (mtm). Naik tipis dibanding Oktober yang berada di level 0,08 persen.

Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga emas global, sebagai dampak menguatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ekspektasi pelemahan ekonomi dunia.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Hasiando Ginsar Manik menegaskan, perkembangan inflasi di Kaltara masih dalam batas aman dan sesuai pola musiman menjelang akhir tahun.

“Kenaikan inflasi bulan November ini relatif moderat dan masih sepenuhnya terkendali. Tekanan terbesar datang dari komoditas emas perhiasan serta angkutan udara, namun secara keseluruhan kondisi harga tetap stabil,” ujarnya.

Dari tiga kota IHK di Kaltara, dua wilayah tercatat mengalami inflasi, yaitu Kota Tarakan 0,25 persen (mtm), Kabupaten Bulungan 0,13 persen (mtm).

Namun Kabupaten Nunukan justru mengalami deflasi sebesar -0,13 persen (mtm) akibat turunnya beberapa komoditas pangan.

“Secara tahunan, inflasi gabungan tiga kota IHK Kaltara mencapai 2,47 persen (yoy) atau masih berada dalam rentang target nasional 2,5 ± 1 persen,” sebutnya.

Hasiando menjelaskan, kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar di November.

Hal itu sejalan dengan lonjakan harga emas global yang didorong meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Selain itu, kenaikan tarif angkutan udara turut menambah tekanan inflasi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Menjelang periode libur Natal dan tahun baru, maskapai mulai melakukan penyesuaian tarif sebelum masuk masa diskon HBKN,” jelasnya.

Komoditas pangan tertentu juga memberi andil, salah satunya sawi hijau, yang harganya naik akibat minimnya pasokan karena sudah dipanen lebih awal pada bulan sebelumnya.

Meski terdapat sejumlah pendorong inflasi, beberapa komoditas justru menahan laju kenaikan harga.

Penurunan harga ikan bandeng menjadi salah satu faktor utama karena wilayah pesisir sedang memasuki musim panen.

“Harga tomat juga menurun seiring melimpahnya pasokan dari berbagai daerah di Sulawesi yang masih berada pada fase panen raya. Sementara harga daging ayam ras turun akibat penurunan biaya produksi. Terutama harga pakan jagung dan Day Old Chick (DOC),” tandasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#harga emas #inflasi #BI Kaltara #Kaltara