HARIAN RAKYAT KALTARA — Transformasi digital layanan transportasi laut di Kalimantan Utara memasuki babak baru.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara resmi mendorong perluasan penggunaan QRIS Tap sebagai bagian dari program besar “Digiport”.
Inovasi layanan kepelabuhanan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan transaksi di pelabuhan.
Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid mengatakan, upaya digitalisasi ini mulai digarap serius sejak September 2025.
Melalui Digiport, pemerintah ingin menghadirkan ekosistem layanan kepelabuhanan yang lebih modern dan terintegrasi.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kami terus menghadirkan inovasi untuk mempermudah layanan kepelabuhanan. Program Digiport kami mulai dari digitalisasi pembayaran retribusi melalui QRIS Tap,” ujarnya.
Transformasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia Perwakilan Kaltara serta perbankan daerah, termasuk Bankaltimtara.
Bahkan, proyek perubahan ini dinominasikan sebagai Mitra Strategis Perluasan Digitalisasi Provinsi Kaltara terbaik.
Dishub mencatat perkembangan signifikan. Seluruh 8 agen pelayaran yang beroperasi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan kini sudah menggunakan QRIS Tap untuk layanan pembayaran retribusi.
Selain itu, pembelian tiket speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I juga telah terintegrasi dengan layanan QRIS Tap, memberikan kemudahan bagi penumpang maupun operator kapal.
“Per November lalu, penggunaan pembayaran retribusi melalui QRIS Tap sudah mencapai 48 persen. Angka ini meningkat cukup tajam dibandingkan September,” kata Idham.
Digitalisasi dinilai memberikan tiga manfaat utama, yaitu proses transaksi lebih cepat dan efisien dan transparansi penerimaan daerah meningkat sehingga berpotensi mendorong PAD.
Selain itu, menjaga keamanan transaksi lebih terjamin. Sekaligus mempermudah operator kapal mencatat arus transaksi harian.
“Penumpang tidak perlu lagi membawa uang tunai. Operator speedboat pun lebih mudah melakukan pencatatan. Ekosistem pelabuhan menjadi lebih siap menuju layanan modern yang aman dan nyaman,” lanjutnya.
Saat ini, implementasi QRIS Tap fokus di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan.
Namun Dishub menargetkan perluasan ke seluruh pelabuhan di KTT, Tana Tidung, Malinau, hingga pelabuhan-pelabuhan perhubungan provinsi lainnya.
“Sosialisasi segera kami lakukan. Kami juga akan mengeluarkan edaran percepatan penggunaan QRIS Tap bagi agen-agen di seluruh wilayah,” tegas Idham.
Idham mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat, termasuk operator pelabuhan, pelaku usaha transportasi, dan masyarakat yang menerima perubahan layanan digital ini.
“Kami masih terus berbenah. Tapi langkah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi laut di Kaltara,” tuturnya.
Ia berharap peluncuran Pelabuhan Siap QRIS Tap di Tengkayu I Tarakan dan Grand Tarakan Mall menjadi pemantik perluasan digitalisasi pembayaran di seluruh sektor transportasi.
“Semoga ikhtiar bersama ini membawa kemudahan, efisiensi, dan peningkatan pelayanan publik yang lebih modern bagi seluruh masyarakat Kalimantan Utara,” pesannya. (sas/uno)
Editor : Nurismi