HARIAN RAKYAT KALTARA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam memastikan akurasi dan keberlanjutan data pemilih.
Hal ini disampaikan pada Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar di Kantor KPU Kota Tarakan.
Rapat pleno tersebut merupakan rangkaian penting dalam menjaga kualitas daftar pemilih menjelang pemilu dan pemilihan serentak mendatang.
KPU Kota Tarakan menetapkan total pemilih sebanyak 173.476 orang, terdiri dari 88.932 pemilih laki-laki dan 84.544 pemilih perempuan, yang tersebar di empat kecamatan dan 20 kelurahan.
Anggota Bawaslu Kota Tarakan sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, A. Muh. Saifullah memberikan sejumlah catatan dalam sesi masukan.
Ia menekankan, upaya KPU dalam menjalankan PDPB harus didukung penuh seluruh pihak terkait agar persoalan klasik seputar data pemilih tidak terulang.
“Semua proses PDPB yang dilakukan penyelenggara pemilu merupakan langkah untuk mengurai benang kusut permasalahan data pemilih. Karena itu, partisipasi semua stakeholder sangat penting, terutama dalam memberikan informasi terkait pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) seperti meninggal dunia ataupun pindah domisili,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, proses pemutakhiran tidak hanya mencatat pemilih baru, tetapi juga memastikan sinkronisasi data antarwilayah.
Menurutnya, pemilih yang telah dinyatakan pindah keluar harus diverifikasi bahwa mereka telah terdaftar di daerah tujuan.
“Ini perlu jadi perhatian. Data pemilih yang sudah dihapus karena pindah keluar harus benar-benar dipastikan terdaftar di wilayah pindahannya agar tidak terjadi kekosongan hak pilih,” tegasnya.
Bawaslu menilai, integrasi informasi dari Disdukcapil, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, hingga lembaga pendidikan sangat menentukan akurasi data pemilih berkelanjutan.
Hal inilah yang membuat forum pleno menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.
Rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Tarakan dihadiri oleh perwakilan Polres Tarakan, Kodim Tarakan, Disdukcapil Tarakan, serta Kesbangpol Tarakan.
Seluruh peserta memberikan masukan terkait dinamika kependudukan di lapangan yang berpotensi memengaruhi jumlah pemilih.
Saifullah berharap momentum pleno triwulanan ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana memperkuat kualitas data pemilih.
“Semakin baik sinergi antarinstansi, semakin baik pula kualitas daftar pemilih kita. Ini penting untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang akurat, tertib dan bermartabat,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi