Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

QRIS Tap Resmi Hadir di Kaltara! Bayar Tiket Pelabuhan Kini Cukup Sentuh 0,3 Detik

Beraupost • Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:00 WIB
PELUNCURAN QRIS TAP: KPwBI Kaltara luncurkan QRIS Tap khusus di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Grand Tarakan Mall, Kamis (11/12). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
PELUNCURAN QRIS TAP: KPwBI Kaltara luncurkan QRIS Tap khusus di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Grand Tarakan Mall, Kamis (11/12). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Transformasi digital di Kalimantan Utara memasuki babak baru dengan diluncurkannya layanan QRIS Tap.

Teknologi pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan transaksi cukup dengan menyentuhkan smartphone.

Inovasi ini dihadirkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran non-tunai di wilayah perbatasan.

Deputi Kepala KPwBI Kaltara Wesky Putra Pratama menyebut, QRIS Tap merupakan terobosan yang mulai dikembangkan sejak 2024 dan kini menjadi salah satu program nasional BI.

Dengan teknologi ini, proses pembayaran tercatat jauh lebih cepat, hanya 0,3 detik, serta memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Melalui teknologi NFC yang sebenarnya sudah ada di smartphone kita, pembayaran jadi lebih praktis. Cukup di-tap, dan transaksinya langsung diproses. Bukan hanya mendekatkan saja, tetapi ada sistem yang bekerja di dalamnya sehingga transaksi berlangsung aman dan cepat,” terang Wesky saat peluncuran di Tarakan, Kamis (11/12).

Implementasi awal QRIS Tap di Kaltara dilakukan pada dua titik utama yaitu Pelabuhan Tengkayu I dan Grand Tarakan Mall.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya trafik layanan dan aktivitas Masyarakat. Sehingga dinilai ideal sebagai piloting project sebelum direplikasi ke daerah lain.

Selain itu, layanan ini juga sudah diintegrasikan dengan sistem pembayaran kontribusi daerah yang mulai disosialisasikan sejak Oktober.

Peluncuran QRIS Tap menjadi bagian dari rangkaian program Digiport, inisiatif digitalisasi layanan pelabuhan yang sebelumnya telah diresmikan BI.

Melalui skema ini, pembelian tiket hingga pembayaran retribusi kini dapat dilakukan secara digital menggunakan QRIS Tap.

BI berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan publik.

“Tiket pelabuhan sekarang bisa dibayar dengan QRIS Tap. Kami ingin masyarakat merasakan langsung kemudahan layanan digital. Terutama di simpul transportasi yang menjadi gerbang utama mobilitas warga,” tuturnya.

Selain Tarakan, penerapan QRIS Tap juga sudah berjalan di Nunukan. Sementara itu, daerah lain seperti Tanjung Selor sedang dalam tahap penjajakan dan diproyeksikan mulai menerapkan layanan serupa tahun depan.

BI menilai keberhasilan implementasi di dua titik awal akan menjadi indikator kesiapan pengembangan ke pelabuhan dan pusat aktivitas lainnya.

Meski demikian, Wesky mengakui layanan QRIS Tap saat ini masih terbatas bagi pengguna Android.

Versi iOS masih dalam proses finalisasi oleh BI Pusat, mengingat persyaratan keamanan sistem operasi tersebut lebih ketat.

Peluncuran QRIS Tap turut dimeriahkan dengan lomba stand-up comedy dan pemberian diskon Rp 25.000 bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan QRIS Tap selama kuota masih tersedia.

Program ini diharapkan dapat menarik partisipasi masyarakat dan mempercepat adopsi teknologi pembayaran terbaru tersebut.

Wesky menegaskan, kehadiran QRIS Tap merupakan bukti kuatnya kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, operator pelabuhan, perbankan, pelaku usaha, hingga pemilik tenan.

“Tujuan utama kami menghadirkan layanan pembayaran yang modern, inklusif, dan mudah dijangkau seluruh masyarakat Kaltara,” tutupnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#QRIS Tap #non-tunai #KPwBI Kaltara #Kaltara