Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cegah Anggaran Mubazir: Destinasi Baru Pariwisata Kaltara Belum Prioritas di 2026, Ini Alasannya!

Beraupost • Kamis, 11 Desember 2025 | 10:30 WIB
FOKUS PENGEMBANGAN: Kawasan Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor menjadi destinasi bagi masyarakat. (FAISAL/HRK)
FOKUS PENGEMBANGAN: Kawasan Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor menjadi destinasi bagi masyarakat. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA— Pembangunan pariwisata untuk tahun 2026 akan tetap diarahkan pada penguatan destinasi unggulan yang telah memiliki perencanaan jelas.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Njau Anau. Menurut Njau Anau, kondisi anggaran yang dipastikan menurun pada tahun 2026 membuat pemerintah harus lebih selektif menentukan program.

“Kita tetap memprioritaskan destinasi unggulan. Namun semua harus disesuaikan kemampuan anggaran yang tahun depan semakin menurun,” terangnya, Rabu (10/12).

Ia menyebut ada tiga fokus utama yang menjadi pijakan yakni pengembangan destinasi, peningkatan kualitas SDM pariwisata, dan penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif.

HKI dinilai menjadi instrumen penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kaltara.

Dengan perlindungan yang jelas, pelaku kreatif dapat mengembangkan produk dan identitas lokal secara lebih optimal.

“Ini dorongan dari pemerintah pusat agar HKI ekonomi kreatif diperjelas sehingga mereka bisa berkembang lebih baik,” jelasnya.

Dalam konteks destinasi, Dispar Kaltara berpegang pada rencana induk pariwisata yang sudah ditetapkan.

Beberapa wilayah seperti Sebatik, Malinau, Bulungan, Tana Tidung hingga Tarakan masuk dalam fokus pengembangan. Karena telah memiliki perencanaan atau potensi yang sudah berjalan.

“Sebagai contoh Sebatik yang mempunyai beberapa titik yang telah dikembangkan. Serta Malinau dengan Tanah Ulen dan desa-desa wisata yang sudah mapan,” ungkapnya.

Karena anggaran terbatas, pemerintah akan memaksimalkan yang sudah berkembang terlebih dahulu.

Destinasi baru masih membutuhkan kajian panjang sehingga belum menjadi prioritas.

“Kita optimis, tapi juga realistis. Fokus kita pada apa yang sudah berjalan agar hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.

Selain mengandalkan APBD, Dispar Kaltara juga berupaya mencari dukungan pihak ketiga dan kementerian.

Termasuk membangun komunikasi dengan Komisi VII DPR RI untuk mendorong dukungan pusat terhadap pariwisata perbatasan. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#destinasi wisata #pembangunan pariwisata #Kaltara