Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Terungkap! Identitas Pria Tewas Tergantung di Pondok Kebun Tarakan Adalah IW, Ini Dugaan Penyebabnya

Beraupost • Kamis, 11 Desember 2025 | 08:00 WIB
EVAKUASI: polisi saat membawa jenazah IW ke RSUD dr Jusuf SK Tarakan, Minggu (7/12) lalu. (HRK)
EVAKUASI: polisi saat membawa jenazah IW ke RSUD dr Jusuf SK Tarakan, Minggu (7/12) lalu. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Identitas pria yang ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah pondok kebun di kawasan Gang Latimojong 2, RT 15, Kelurahan Kampung Enam, Tarakan Timur akhirnya berhasil diungkap pihak kepolisian.

Polisi memastikan jenazah berinisial IW, setelah pencocokan identitas melalui dokumen KTP. Serta keterangan keluarga yang datang ke Polsek Tarakan Timur pada Minggu (7/12) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, IW merupakan warga Sebengkok Waru, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah.

Namun dalam beberapa waktu terakhir, korban diketahui tinggal sendiri dan jarang berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Kondisi jenazah yang ditemukan sudah membusuk sempat menyulitkan proses identifikasi di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Ridho Pandu Abdillah menjelaskan, identitas IW terkonfirmasi setelah tim melakukan penelusuran ke sejumlah perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas.

“Upaya koordinasi dilakukan secara berjenjang. Ketika informasi dibuka lebih luas, pihak keluarga akhirnya datang ke Polsek dan membenarkan identitas tersebut,” ungkapnya, Rabu (10/12).

Menariknya, sebelum keluarga datang memberikan kepastian, Polres Tarakan sudah menyiapkan skema pemakaman melalui bantuan Baznas, Dinas Sosial dan RSUD.

Prosedur tersebut merupakan langkah antisipatif apabila jenazah tidak ada yang mengakui. Sebagaimana kerap terjadi pada kasus-kasus penemuan jenazah tanpa identitas.

“Kami siapkan opsi pemakaman jika tidak ada pihak keluarga. Tentu pemakaman dilakukan sesuai prosedur negara, agar korban tetap mendapat perlakuan layak,” terang Ridho.

Dari informasi keluarga, korban disebut telah jarang berkomunikasi sejak Agustus 2025. Hubungan dengan keluarga juga dikabarkan sempat mengalami permasalahan, sehingga IW memilih hidup sendiri.

Hal ini memunculkan dugaan adanya persoalan sosial yang memengaruhi kondisi psikologis korban sebelum kejadian.

“Keterangan adiknya menyebut, komunikasi terakhir terjadi beberapa bulan lalu. Kondisi ini memang membuat keberadaan korban sulit dipantau,” jelasnya.

Polisi menegaskan, berdasarkan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Dengan demikian, penyelidikan saat ini mengarah pada dugaan kuat tindakan bunuh diri. Kepolisian tetap membuka ruang pemeriksaan tambahan apabila ditemukan fakta baru.

Diberitakan sebelumnya, warga digegerkan penemuan jenazah pria tanpa identitas dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru pada Minggu (7/12).

Lokasi kejadian yang berada di pondok kebun membuat penemuan berlangsung tanpa saksi langsung. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#penemuan #polres tarakan #gantung diri #jenazah