HARIAN RAKYAT KALTARA - Bupati Bulungan Syarwani mengikuti kegiatan tanam padi perdana di Lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 98 hektare, di Desa Salimbatu, belum lama ini.
Bupati Syarwani mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional tahun 2025.
Menurutnya, di wilayah Salimbatu terdapat dua kelompok gabungan petani yang terlibat aktif dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian.
Target cetak sawah sebelumnya 2.000 hektare lebih. Namun karena kondisi dan persoalan teknis pelaksanaan, sehingga diputuskan sekitar 798 hektare.
“Pemkab Bulungan mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung upaya swasembada pangan di Desa Salimbatu. Intervensi Pemkab Bulungan di tahun ini, mengalokasikan kurang lebih Rp 1 miliar di Desa Salimbatu, dalam bentuk optimalisasi lahan,” jelasnya.
Diharapkan, optimalisasi lahan yang bersumber dari APBD Bulungan dapat berjalan secara parallel.
Dengan program cetak sawah rakyat yang dilaksanakan oleh Kementerian yang didukung oleh TNI Angkatan Darat.
Bupati menegaskan, program ketahanan pangan sangat relevan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Bulungan yang “Berdaulat Pangan, Maju dan Sejahtera”.
“Kita pastikan komitmen pemda serta masyarakat mendukung program Asta Cita. Khususnya dalam menunjang tercapainya kedaulatan pangan nasional, melalui Kabupaten Bulungan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Bulungan Kristiyanto menambahkan, program cetak sawah dilaksanakan untuk memperluas area tanam padi dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Sekaligus mendukung swasembada pangan di wilayah Bulungan dan Provinsi Kaltara.
“Dengan realisasi 98 hektare pertama di Salimbatu dengan total target 798,11 hektare. Program ini menunjukkan upaya signifikan dalam memperluas lahan produktif, serta mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Kristiyanto.
Sementara itu, Dandim 0903/Bulungan Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja mendukung penuh pelaksanaan program ini.
Dirinya menegaskan, TNI akan ikut aktif mendampingi petani dalam pengolahan lahan. Agar cetak sawah bisa terselesaikan dengan cepat dan tepat waktu. (uno2)
Editor : Nurismi