Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Desalinasi Air Besih di Kaltara: Investor Taiwan Tunggu Jaminan Pemerintah dan Kepastian Pasar Industri

Beraupost • Senin, 8 Desember 2025 | 07:20 WIB
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani. (HRK)
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Rencana pembangunan proyek desalinasi air bersih di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini belum menemukan titik terang.

Proyek yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi kebutuhan air bersih di wilayah kepulauan ini, masih berada pada tahap komunikasi intensif dengan calon investor, salah satunya dari Taiwan.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani mengungkapkan, investor asing yang tertarik menggarap proyek tersebut mengajukan syarat penting. Sebelum melangkah ke tahap kerja sama yang lebih konkret.

Syarat tersebut sovereign guarantee atau jaminan dari pemerintah.

“Ada jaminan yang mereka minta dan ini masih kita komunikasikan. Mereka ingin memastikan kegiatan itu ada jaminan dari pemerintah. Bahwa proyek ini benar-benar bisa dilaksanakan atau tidak,” terangnya, Minggu (7/12).

Hingga saat ini, jumlah investor yang fokus pada proyek desalinasi baru satu pihak, yakni dari Taiwan.

Menurut Rahman, mereka melihat peluang investasi cukup prospektif. Namun tetap memerlukan kepastian pasar serta dukungan pemerintah. “Kalau yang desalinasi, kita masih satu investor. Dari Taiwan,” imbuhnya.

Proyek ini dirancang untuk mencakup empat pulau, yaitu Pulau Bunyu, Tarakan, serta satu pulau lainnya yang masih dalam tahap pemetaan kebutuhan.

Estimasi investasi mencapai sekitar 100 juta dolar AS, angka yang mencerminkan skala besar proyek dan kapasitas produksi air bersih yang ditargetkan.

Akan tetapi, rencana tersebut masih memerlukan serangkaian evaluasi dan penyesuaian.

Pemerintah daerah, kata Rahman, tengah melakukan sinkronisasi antara rencana investasi dengan kebutuhan dan perencanaan jangka panjang daerah.

“Masih terus fit and proper test. Kita harus sinkron juga dengan perencanaan daerah,” ujarnya.

Investor juga menyoroti aspek pasar yang harus cukup besar agar proyek dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau-pulau tersebut, air hasil desalinasi juga diproyeksikan dapat dijual kepada sektor industri.

“Mereka maunya marketnya harus besar. Ke depan kita melihat juga dari sisi industrinya, mungkin bisa dijual ke industri,” harapnya.

Pihaknya berharap proyek strategis ini nantinya dapat terealisasi dan membawa manfaat besar bagi pemenuhan air bersih di Kaltara. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#desalinasi air #investasi #Kaltara