Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BMKG Tarakan Rilis Peringatan Dini, Kaltara Berpotensi Hujan Lebat 5–7 Desember 2025

Beraupost • Sabtu, 6 Desember 2025 | 08:30 WIB
CUACA EKSTREM: Banjir rob turut melanda Kota Tarakan di wilayah pesisir hingga 9 Desember mendatang. (SEPTIAN ASMADI/HRK)
CUACA EKSTREM: Banjir rob turut melanda Kota Tarakan di wilayah pesisir hingga 9 Desember mendatang. (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Peringatan yang diterbitkan untuk periode 5—7 Desember 2025 itu menunjukkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa kabupaten.

Sekaligus menandakan bahwa pola cuaca di kawasan utara Indonesia tengah berada pada fase yang lebih aktif dan tidak stabil.

Dalam rilis resmi yang ditampilkan pada grafik peringatan dini, BMKG mencatat pada 5 Desember, hampir seluruh wilayah Kaltara, termasuk Tarakan, Nunukan, Malinau, Bulungan hingga Tana Tidung berada pada kategori waspada hujan sedang hingga lebat.

Pada 6 Desember, wilayah terdampak mengerucut pada Nunukan dan Malinau. Sedangkan 7 Desember menunjukkan potensi hujan kembali meluas meliputi Nunukan, Malinau, dan Bulungan.

Forecaster BMKG Tarakan Hatta Rachim menjelaskan, intensifikasi hujan ini dipicu oleh adanya daerah konvergensi udara yang terbentuk di atas Kaltara.

Massa udara yang rendah memudahkan terbentuknya awan-awan konvektif yang memicu hujan berlangsung lebih sering. Terutama pada malam hingga dini hari.

“Kondisi ini menimbulkan peningkatan awan hujan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Polanya menunjukkan aktivitas hujan yang cukup aktif,” ujarnya, Jumat (5/12).

Selain faktor lokal tersebut, BMKG juga menyoroti pengaruh eksternal dari Bibit Siklon Tropis 93W yang kini berada di wilayah timur Filipina.

Meski masih dalam tahap awal dan belum berkembang menjadi siklon penuh. Bibit ini sudah memberi dampak terhadap dinamika cuaca regional, termasuk di wilayah Kaltara.

“Bibit siklon ini merupakan low pressure area. Jika tekanan udaranya terus menurun dan sistemnya menguat, potensi terbentuknya siklon cukup memungkinkan. Dampaknya bisa meningkatkan kemunculan awan cumulonimbus (CB) yang menyebabkan hujan sangat lebat disertai angin kencang dan petir,” ujarnya.

BMKG menegaskan, pemantauan terhadap perkembangan bibit siklon ini dilakukan secara ketat mengingat potensi dampaknya yang bisa meluas.

Aktivitas siklon maupun bibit siklon di Filipina umumnya berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia bagian utara, termasuk perairan dan daratan Kaltara.

Sejalan dengan itu, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan.

Intensitas hujan yang diprakirakan meningkat dapat memicu risiko bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, hingga pohon tumbang.

“Masyarakat tetap tenang, namun perlu waspada karena hujan berpotensi masuk kategori sedang hingga lebat. Pemukiman di daerah rentan bencana perlu mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan,” tutur Hatta.

Dengan peringatan dini selama tiga hari berturut-turut, BMKG mengingatkan, perubahan cuaca di Kaltara cenderung dinamis dan dapat berubah cepat.

Sehingga informasi terbaru perlu terus dipantau melalui kanal resmi BMKG. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#peringatan dini #banjir rob #BKMG Tarakan #cuaca