Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Wisata Border Tourism Kaltara Andalkan Transportasi Laut Cepat, Tarakan Diposisikan Pusat Kuliner

Beraupost • Jumat, 28 November 2025 | 07:25 WIB
DESTINASI WISATA: Kawasan yang masuk 3T memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata, pertemuan, dan bisnis lintas negara. (HRK)
DESTINASI WISATA: Kawasan yang masuk 3T memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata, pertemuan, dan bisnis lintas negara. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) tengah mematangkan roadmap pengembangan pariwisata berbasis kawasan perbatasan yakni Tarakan (Indonesia), Tawau (Malaysia), dan Tawi-Tawi (Filipina).

Konsep ini diproyeksikan menjadi model baru wisata lintas negara yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara Rahman Putrayani mengungkapkan, kawasan yang masuk 3T memiliki potensi besar.

Untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata, pertemuan, dan bisnis lintas negara.

“Pengembangan interkoneksi Tarakan—Tawau—Tawi-Tawi ini kita dorong untuk menghidupkan sektor pariwisata berbasis border tourism,” ujarnya, Kamis (27/11).

Menurut Rahman, konsep pengembangan kawasan ini meniru keberhasilan kawasan Si-Jo-Ri (Singapura—Johor—Riau). Yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata internasional paling sukses di Asia Tenggara.

“Pemprov Kaltaraingin menciptakan pola serupa, terutama dengan memaksimalkan posisi Tarakan sebagai pintu masuk wisata perbatasan,” kata dia.

Salah satu fokus pengembangan, memperbaiki konektivitas transportasi. Mengingat keterbatasan maskapai penerbangan yang melayani rute internasional langsung. Pemerintah menyiapkan opsi transportasi laut seperti speedboat atau kapal cepat.

“Skema ini mirip dengan Batam—Singapura. Transportasi laut cepat akan lebih murah dan mudah dijangkau,” terangnya.

Dengan adanya transportasi cepat, wisatawan dapat melakukan perjalanan singkat dari Tarakan ke Tawau untuk berbelanja, berwisata kuliner, maupun menghadiri pertemuan bisnis.

Sebaliknya, wisatawan dari Sabah dan Filipina juga dapat datang ke Tarakan untuk menikmati kuliner khas seperti ketiting, ikan segar, dan berbagai produk lokal.

“Kami memastikan pemerintah telah menjalin komunikasi aktif dengan Sabah Tourism. Dalam memperkuat kerja sama promosi dan konektivitas. Meskipun estimasi nilai investasi belum dapat dipublikasikan secara detail,” jelasnya.

Sementara itu, Tarakan akan diposisikan sebagai kota wisata kuliner dan belanja yang menyasar pasar dari Sulawesi, Jawa Timur, hingga Malaysia.

Pemerintah optimistis pengembangan kawasan 3T ini dapat mulai berjalan efektif pada 2026, setelah seluruh kesiapan teknis dan kerja sama antarwilayah diperkuat. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#lintas negara #perbatasan #pariwisata #pemprov kaltara