HARIAN RAKYAT KALTARA - Penumpang di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan kini harus berjalan kaki menuju area luar Pelabuhan.
Menyusul penghentian sementara layanan bus penumpang akibat seluruh armada memasuki masa perawatan.
Kepala UPTD Tengkayu I Tarakan Muhammad Roswan menjelaskan, langkah ini diambil untuk menjamin keamanan serta kesiapan operasional menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Idulfitri 2026.
“Bus ini kami off-kan dulu sambil dilakukan maintenance. Menjelang Nataru ada ramp check dari Polres, jadi kami maksimalkan perawatannya. Sempat beberapa bus mogok dan terpaksa didorong sampai ke pelabuhan. Takutnya yang tersisa ini juga ikut rusak,” ungkapnya, Senin (24/11).
Saat ini UPTD memiliki lima armada bus. Tiga unit menjalani perawatan rutin, sementara dua bus lainnya memerlukan perbaikan berat dan diperkirakan baru bisa ditangani pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran.
“Yang tiga itu maintenance, tapi dua ini kondisinya berat. Kalau dipaksa bisa overhaul, dan itu biayanya besar. Tahun ini banyak efisiensi, sehingga kami menunda perbaikan berat itu ke tahun depan,” jelas Roswan.
Penghentian layanan bus berdampak langsung pada penumpang yang tiba maupun berangkat dari pelabuhan.
Mereka kini harus berjalan kaki menuju area luar pelabuhan, yang dinilai cukup memberatkan terutama bagi penumpang dengan bawaan banyak.
“Memang konsepnya nanti orang langsung jalan kaki ke ujung terminal. Tapi kami tahu ini berat buat masyarakat,” katanya.
Roswan menegaskan, keputusan ini merupakan hasil pertimbangan matang mengenai kondisi armada dan kebutuhan perawatan jangka panjang.
Ia juga berharap pembangunan terminal baru yang direncanakan Pemerintah Provinsi Kaltara dapat direalisasikan mulai tahun depan.
“Harapan kami tahun depan pembangunan terminal sudah mulai. Itu akan sangat membantu mengurai pola perjalanan penumpang,” harapnya.
Saat ini UPTD masih melakukan pengecekan menyeluruh terhadap tiga bus yang dalam proses perawatan.
Jika tidak ada kendala teknis maupun keterlambatan suku cadang, layanan shuttle ditargetkan dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami cek dulu kondisinya. Kalau semua clear, beberapa hari ini bisa jalan lagi. Tapi tetap tergantung hasil maintenance dan ketersediaan alat-alat yang sedang dipesan,” pungkasnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi