Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jenazah Pria Ditemukan Membusuk di Rumah Juata Permai Tarakan, Diduga Meninggal Sejak Sabtu

Beraupost • Jumat, 21 November 2025 | 07:45 WIB
PENEMUAN MAYAT: Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat, Rabu (19/11). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
PENEMUAN MAYAT: Polisi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat, Rabu (19/11). (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Warga RT 02 Perumahan TKBM, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (19/11) sekitar pukul 21.10 WITA. Korban diketahui bernama Sumarno (61).

Penemuan pertama kali diketahui oleh Ketua RT yang curiga. Karena mencium aroma tak sedap dari balik rumah korban.

Ketua RT kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa sekitar pukul 21.30 WITA. Sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Tarakan Utara dan Polres Tarakan.

Kapolsek Tarakan Utara Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, pihaknya tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WITA bersama unit piket. Saat berusaha masuk ke rumah korban, kondisi di dalam ditemukan jenazah laki-laki yang sudah mengalami pembusukan.

"Mayat berada di atas kasur bagian belakang rumah, dekat kulkas dan kamar mandi. Posisinya tergeletak," ujarnya, Kamis (20/11).

Sekitar pukul 22.00 WITA, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan melakukan olah TKP.

Kemudian pada pukul 23.00 WITA, jenazah dibawa ke RSUD dr Jusuf SK untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR). Hasil visum dari pihak rumah sakit hingga kini belum keluar.

"Untuk penyebab kematian, kami belum bisa pastikan karena hanya dokter forensik yang dapat menyatakan secara resmi," jelas Kapolsek.

Menurut penjelasan keluarga, istri dan anak korban sementara tinggal di rumah saudara. Karena ada kerabat yang meninggal beberapa waktu terakhir.

Korban tinggal seorang diri dan diketahui tidak bekerja. Keluarga sempat mengirim uang dan makanan kepada korban.

Korban terakhir terlihat pada Sabtu (15/11) saat iparnya mengantarkan makanan.

Pada Minggu (16/11), korban masih berkomunikasi dengan keluarganya. Sejak itu, tidak ada kabar lagi hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan gula. Namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil medis. Di lokasi juga ditemukan sejumlah obat di atas kulkas, tapi jenis dan kaitannya dengan penyebab kematian belum diketahui," ungkap Ghazy.

Kapolsek memastikan tidak ada kerusakan di dalam rumah. Selanjutnya, penanganan kasus sepenuhnya ditangani oleh Satreskrim Polres Tarakan.

"TKP aman, tidak ada tanda-tanda kerusakan. Police line masih terpasang hingga proses penyelidikan selesai," pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#polres tarakan #penemuan mayat