Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gempa M 2,2 Guncang Tarakan: BMKG Catat 9 Kali Aktivitas Sesar Selama November

Beraupost • Rabu, 19 November 2025 | 06:28 WIB
ALAMI KERUSAKAN: Salah satu rumah warga di Tarakan yang rusak dampak gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. (HRK)
ALAMI KERUSAKAN: Salah satu rumah warga di Tarakan yang rusak dampak gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Aktivitas kegempaan kembali tercatat di Kota Tarakan pada Selasa (18/11) pagi.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 2,2 terjadi pada pukul 06.26 WITA, berjarak 20 kilometer dari Tenggara Tarakan.

Tepatnya pada koordinat 3,25 Lintang Utara dan 117,75 Bujur Timur. Meski tergolong lemah dan tidak menimbulkan dampak, kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas Sesar Tarakan masih berlangsung.

Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, gempa dengan magnitudo kecil umumnya tidak dirasakan Masyarakat.

Karena intensitas guncangannya berada di bawah ambang persepsi manusia. Kendati demikian, BMKG tetap mencatat setiap kejadian sebagai bagian dari pemantauan aktivitas seismik wilayah Tarakan dan sekitarnya.

“Memang kalau kecil-kecil kekuatannya tidak dipublish ke masyarakat luas. Tapi tetap kami catat, kami arsipkan sebagai data pemantauan,” ujarnya.

Khilmi menjelaskan, gempa berkekuatan rendah bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Indonesia sebagai wilayah cincin api mengalami ratusan gempa setiap hari, namun hanya sebagian kecil yang dirasakan masyarakat.

Gempa dengan magnitudo 2 koma atau di bawahnya termasuk kategori yang sangat jarang menimbulkan getaran terasa.

“Kalau 2 koma atau di bawah 2 memang cenderung tidak dirasakan. Namun tetap kami pantau karena menjadi bagian dari aktivitas sesar di sekitar Tarakan,” jelasnya.

BMKG juga mencatat gempa kali ini berada tak jauh dari lokasi gempa utama yang terjadi pada 5 November 2025 lalu. Saat itu, pusat gempa berada sekitar 24 kilometer di Tenggara Tarakan.

Sementara gempa terbaru tercatat sedikit lebih dekat, yakni sekitar 20 kilometer. Perbedaan jarak ini, menurut Khilmi, merupakan hal wajar karena pelepasan energi pada sesar tidak selalu berada pada titik yang sama.

“Titiknya tidak selalu identik. Itu adalah pelepasan energi dari Sesar Tarakan yang bergerak. Selama November ini saja, sudah sembilan kali kejadian gempa yang tercatat,” tambahnya.

BMKG menekankan kejadian gempa kecil berguna sebagai indikator dinamika sesar dan menjadi bahan evaluasi terhadap potensi aktivitas tektonik ke depan.

Namun demikian, Khilmi mengimbau masyarakat agar tidak panik ataupun termakan isu-isu tidak benar yang kerap muncul setelah adanya gempa.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai gempa sering kali dipengaruhi oleh informasi yang beredar tanpa dasar ilmiah.

“Masyarakat tidak perlu merespons berlebihan. Tetap pegang informasi resmi. Jangan mudah percaya kabar atau ramalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan BMKG telah menempatkan alat monitoring gempa di Kantor BPBD Tarakan.

Melalui alat tersebut, setiap aktivitas gempa yang terekam akan langsung muncul di layar pemantauan BPBD.

Informasi itu bersumber dari sistem resmi BMKG dan dapat menjadi acuan awal bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah cepat bila diperlukan.

“BPBD sudah bisa memantau secara real-time dari layar mereka. Informasi yang tampil itu adalah data resmi dari BMKG,” katanya.

Dengan sembilan kejadian gempa yang tercatat sepanjang November, BMKG menyebut situasi ini masih dalam kategori normal untuk wilayah yang memiliki struktur sesar aktif.

Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau warga untuk selalu waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan dasar. Terutama jika suatu saat terjadi gempa dengan magnitudo lebih besar.

“Yang terpenting tetap tenang, tetap update informasi resmi, dan pahami prosedur keselamatan,” pesan Khilmi. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#gempa tarakan #sesar aktif