Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Oprit Jembatan Dikebut: Akses Gunung Seriang ke Buluh Perindu Ditutup Sementara Hingga 31 Desember

Beraupost • Rabu, 12 November 2025 | 08:40 WIB
DITUTUP SEMENTARA: Kendaraan masih bisa melintas di jembatan yang menghubungkan Desa Gunung Seriang menuju Buluh Perindu. Namun, akses tersebut nantinya akan ditutup sementara. (FAISAL/HRK)
DITUTUP SEMENTARA: Kendaraan masih bisa melintas di jembatan yang menghubungkan Desa Gunung Seriang menuju Buluh Perindu. Namun, akses tersebut nantinya akan ditutup sementara. (FAISAL/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA — Akses jalan penghubung dari Desa Gunung Seriang menuju Buluh Perindu ditutup sementara waktu, sejak 14 November hingga 31 Desember 2025.

Penutupan dilakukan untuk memperlancar pekerjaan pembangunan oprit Jembatan Gunung Seriang yang saat ini tengah dikebut penyelesaiannya oleh pemerintah.

Meski demikian, pantauan di lapangan menunjukkan sebagian masyarakat masih melintasi jalur tersebut.

Beberapa warga mengaku belum mengetahui secara pasti larangan melintas, meski pengumuman penutupan sudah disampaikan.

“Kami masih bisa lewat, tapi karena jalannya sempit, harus bergantian,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi, Selasa (11/11).

Menanggapi hal ini, Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, penutupan akses merupakan langkah penting untuk mempercepat progres pekerjaan. Agar rampung tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat memahami kebijakan ini. Kita butuh waktu untuk menuntaskan pekerjaan. Kalau jalur tetap dibuka untuk lalu lintas, pengerjaan pasti terganggu,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa penutupan ini tidak bersifat permanen dan tidak akan mematikan mobilitas warga.

Sebagai solusi, masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif melalui jalan poros Trans Kalimantan maupun jasa penyeberangan Tanjung Selor—Tanjung Palas.

“Masyarakat tetap punya akses. Hanya saja, kita ingin fokus agar pekerjaan berjalan aman dan lancar. Kalau kendaraan besar masih melintas, risikonya tinggi. Pernah ada kejadian kendaraan proyek bersenggolan, dan itu tidak boleh terulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, proyek oprit Jembatan Gunung Seriang yang menghubungkan ke simpang tiga jalan poros Trans Kalimantan itu ditargetkan rampung sebelum Natal 2025.

“Targetnya sebelum Natal sudah bisa difungsikan dan dilalui masyarakat. Jadi, ini hanya sementara untuk percepatan penyelesaian,” katanya.

Ia pun meminta seluruh pihak untuk mendukung kelancaran proyek tersebut.

“Harapannya masyarakat bisa memahami dan bersabar. Karena ini untuk kepentingan bersama agar akses jembatan lebih baik dan aman,” tutupnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#pembangunan oprit jembatan #perbaikan jalan #Kaltara