Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BNNP Kaltara: Penindakan Hanya Pintu Masuk, Fokus Utama Memulihkan dan Menghapus Stigma Kampung Narkoba

Beraupost • Rabu, 12 November 2025 | 09:25 WIB
OPERASI TERPADU: Tim gabungan saat melakukan operasi gabungan di wilayah kampung narkoba pekan lalu. (HRK)
OPERASI TERPADU: Tim gabungan saat melakukan operasi gabungan di wilayah kampung narkoba pekan lalu. (HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Operasi terpadu pemberantasan narkoba di dua kelurahan di Tarakan tak berhenti pada penangkapan pelaku.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara memastikan program pemulihan sosial dan pemberdayaan ekonomi terus berjalan.

Agar masyarakat benar-benar lepas dari ketergantungan dan stigma narkotika.

Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Tatar Nugroho mengatakan, operasi terpadu yang digelar pada pekan lalu merupakan bagian dari strategi nasional.

Untuk membersihkan kawasan rawan narkoba, khususnya di Kelurahan Selumit Pantai dan Juata Permai.

“Penindakan hanya pintu masuk. Yang jauh lebih penting, bagaimana kita memulihkan kepercayaan diri masyarakat dan memastikan tidak ada lagi ruang bagi peredaran narkotika,” ujar Tatar, Selasa (11/11).

Dalam operasi yang melibatkan TNI, Polri, Binda Kaltara, Bea Cukai, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan sejumlah instansi lain itu.

Tim gabungan berhasil mengamankan delapan pengguna narkoba, terdiri dari tujuh laki-laki dan satu Perempuan. Bersama barang bukti 10 paket sabu, lima alat isap, satu timbangan digital, dan beberapa peralatan lainnya.

“Seluruhnya sudah kami asesmen dan diarahkan ke program rehabilitasi. Mereka akan dibina agar bisa kembali menjalani hidup sehat dan produktif,” jelasnya.

BNNP Kaltara juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan ekonomi di dua kelurahan tersebut.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian masyarakat dan menghapus stigma negatif terhadap kawasan yang dulu dikenal sebagai “zona merah” narkoba.

“Selumit Pantai sudah jadi contoh. Dulu dikenal dengan stigma kampung narkoba. Kini berubah menjadi kampung tematik warna-warni yang bersih dan aman,” tutur Tatar.

Ia menyebut perubahan itu tidak lepas dari kerja sama lintas instansi dan keterlibatan masyarakat.

Pendekatan terpadu yang menggabungkan penegakan hukum, rehabilitasi, dan pemberdayaan ekonomi dinilai efektif menekan peredaran narkoba di tingkat akar rumput.

“Kami ingin pola ini menjadi model nasional. Perang melawan narkotika tidak cukup dengan Razia. Tapi harus diiringi dengan membangun harapan dan kehidupan baru bagi warga,” tegasnya.

Tatar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi terpadu tersebut.

Ia menilai dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan Kalimantan Utara Bersih Narkoba (Bersinar).

“Tanpa sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, perang melawan narkoba tidak akan pernah tuntas,” tutupnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#peredaran narkotika #Tarakan #kawasan rawan narkoba #BNNP Kaltara