HARIAN RAKYAT KALTARA- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama TNI, Polri, Binda, dan seluruh stakeholder berhasil mengamankan 8 pelaku yang diduga melakukan penyalahguna narkotika.
Aksi ini ditemukan saat Operasi Pemulihan Kampung Rawan Narkotika Terpadu di dua titik rawan Tarakan, yaitu Kelurahan Selumit Pantai RT 12 dan Kelurahan Juata Permai (Juata Korpi) pada 7 November 2025.
Operasi ini merupakan tindak lanjut komitmen berkelanjutan dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah yang terstigma rawan.
Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Tatar Nugroho menjelaskan, hasil operasi didapati 8 orang positif narkoba dan satu diantaranya masih diselidiki sebagai pemilik narkotika.
Tim gabungan juga mengamankan barang bukti narkotika. Yakni 10 bungkus plastik bening berisi kristal putih diduga narkotika golongan 1 jenis sabu dengan berat bruto total 1,59 gram.
“Sebanyak 8 orang terdiri dari 7 laki-laki dan 1 perempuan diamankan. Karena hasil tes urine menunjukkan mereka positif pengguna narkotika,” ujarnya, Senin (10/11).
Para pelaku yang diamankan masing-masing berinisial SY (38) warga Selumit Pantai, RN (48) warga Selumit Pantai, RW (44) warga Selumit Pantai, FM (23) warga Selumit Pantai RT 13, WD (35) domisili Makassar, RL (24) domisili Pinrang, Sulsel, CP (43) warga Juata Korpi dan AI (31) warga Juata Korpri.
Para pengguna aktif ini telah dievakuasi untuk menjalani asesmen dan rehabilitasi di bawah pengawasan BNNP Kaltara.
“Barang bukti yang ditemukan, belum ada tersangka. Namun, satu pelaku masih dalam penyelidikan dan berstatus sebagai saksi. Sedangkan tiga lainnya di Juata Permai telah dikembalikan untuk proses asesmen rehabilitasi,” ungkapnya.
Tatar menegaskan, operasi ini bertujuan menekan angka penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat, memulihkan fungsi sosial, ekonomi, dan keamanan di wilayah rawan narkotika, memberdayakan Masyarakat.
Agar berperan aktif dalam pencegahan dan rehabilitasi serta meningkatkan sinergi antarinstansi dalam upaya pemberantasan dan pemulihan.
Operasi pemulihan ini tidak berhenti pada tahap penindakan semata. “Intervensi kita sudah berjalan hampir satu tahun di Selumit Pantai. Kini kita sasar Juata Permai. Tindakan yang dilakukan bukan hanya penindakan, tetapi ada upaya-upaya lain untuk pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu akan ada dampak dan rencana lanjutan program usai operasi. Yakni pendampingan berkelanjutan terhadap masyarakat di dua lokasi sasaran, pemberdayaan ekonomi dan social.
Agar warga memiliki alternatif produktif yang sehat. Selain itu monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan kawasan tetap dalam status bersih narkoba.
“Replikasi model pemulihan akan direplikasi ke daerah-daerah lain di Kalimantan Utara yang memiliki tingkat kerawanan serupa,” tegasnya.
Perwira bintang satu ini menekankan, Operasi Pemulihan Kampung Rawan Narkotika Terpadu menjadi simbol sinergi dan kebangkitan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan warga, diharapkan lahir generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi demi masa depan Kaltara yang lebih bersih dan aman. (sas/uno)
Editor : Nurismi