HARIAN RAKYAT KALTARA - Sejumlah rumah rusak dan warga panik pascagempa 4,8 SR di Tarakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat di lapangan.
Hingga Kamis (6/11) pukul 11.00 Wita, tercatat 17 titik bencana yang menimpa warga, dan jumlah ini masih bisa bertambah karena laporan baru terus masuk.
Penyuluh Bencana BPBD Tarakan Erik Akbar menyebutkan, kejadian tersebar di wilayah Mamburungan, Gunung Lingkas, Karang Rejo, Selumit, Kampung Empat dan beberapa kawasan Tarakan Timur, termasuk Pamusian yang menjadi lokasi paling parah.
“Total ada 17 kejadian bencana yang menimpa warga. Data masih berkembang karena laporan terbaru terus kami terima,” ujar Erik.
Dari data BPBD, terdapat dua rumah rusak berat, lima rusak sedang, dan sembilan rusak ringan, serta satu swalayan yang mengalami kerusakan plafon.
Bentuk kerusakan bervariasi, mulai dari dapur yang runtuh hingga kerangka rumah yang roboh total akibat konstruksi bangunan yang lemah dan material yang sudah tua.
Meski kerusakan cukup signifikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Beberapa warga mengalami luka ringan akibat panik.
Termasuk seorang anak dan seorang ibu yang tertimpa reruntuhan ringan. Semua korban telah mendapat pertolongan medis.
“Selain melakukan asesmen, kami bersama TNI, Polri, PLN, dan pemerintah setempat menyiapkan tenda darurat bagi pasien rumah sakit yang sempat dievakuasi. Tiga tenda bantuan dari BNPB dan satu dari Polri telah dipasang, dan pasien sudah kembali ke ruang perawatan setelah situasi aman,” tuturnya.
BPBD juga tengah menyiapkan Bantuan Darurat Logistik (BDL) dari BNPB untuk warga terdampak, baik pemilik rumah maupun penyewa.
Bantuan ini akan disalurkan setelah asesmen lapangan selesai, meliputi kebutuhan dasar dan family kit.
“PUPR dan Dinas Sosial akan menangani pembangunan rumah, BPBD fokus pada bantuan langsung dan mitigasi awal,” jelas Erik.
Selain kerusakan rumah, BPBD juga menerima laporan pohon tumbang di Danau Jempang akibat angin pascagempa.
Tim terus melakukan pemantauan dan siap melakukan evakuasi lanjutan jika diperlukan. Erik menegaskan, seluruh pihak bergerak cepat berkat koordinasi lintas instansi.
“Kami pastikan semua warga terdampak mendapat bantuan. Korban dengan kerusakan berat menjadi prioritas utama,” tuturnya.
Di lain pihak, Forecaster BMKG Tanjung Harapan Cristianto Sihombing mengatakan, berdasarkan hasil analisis, gempa tersebut bersumber dari aktivitas sesar aktif di bawah laut Tarakan dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Getarannya termasuk dalam kategori gempa dangkal yang sering kali menimbulkan guncangan terasa di permukaan. Namun tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
“Untuk wilayah Tanjung Selor, getaran gempa dirasakan dengan intensitas 4 MMI (Modified Mercalli Intensity). Artinya, masyarakat di dalam rumah akan merasakan seperti ada truk besar yang melintas. Tetapi tidak sampai menyebabkan kerusakan bangunan,” ujarnya, Kamis (6/11).
Meski getarannya cukup terasa hingga Bulungan, BMKG memastikan tidak ada perubahan tinggi muka air laut yang menandakan ancaman tsunami. Kondisi wilayah Bulungan dan sekitarnya pun dinyatakan aman.
“Di Bulungan tidak ada dampak berarti. Getaran hanya terasa sesaat dan tidak menimbulkan kerusakan. Jadi, masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, wilayah Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, memang memiliki potensi aktivitas tektonik rendah hingga menengah. Karena adanya jalur sesar lokal di bawah laut.
Meski demikian, gempa dengan kekuatan di bawah 5 magnitudo seperti ini biasanya tidak menimbulkan kerusakan besar.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.
“BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa di Kaltara. Jika terjadi gempa susulan, kami akan segera menginformasikan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan memperhatikan arahan dari pihak berwenang,” pintanya.
BMKG juga mengingatkan agar warga pesisir tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama pada musim hujan dan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. (sas/fai/uno)
Data kerusakan akibat gempa hingga 11.00 Wita, Kamis (6/11).
Rusak Berat
Jalan Sungai Buaya RT 7 Kelurahan Mamburungan
Jalan Kusuma Bangsa Gang Dermaga RT. 15 Kelurahan Gunung Lingkaa
Rusak Sedang
Belakang SDN 07 RT 09 Kelurahan Mamburungan
Swalayan Ramayana Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Rejo
RT 16 Selumit
RT 03 Mamburungan
RT 03 Mamburungan
RT 13 Kampung Empat
Rusak Ringan
RT 15 Kampung Enam
RT 01 Kampung Enam
RT 07 Mamburungan
RT 12 Kampung Enam
RT 01 Mamburungan
RT 11 Mamburungan
RT 08 Gang Bintang Belakang Bea Cukai, Lingkas Ujung
RT 6 Gang Palem Lingkas Ujung
Sumber: BPBD Tarakan
Editor : Nurismi