HARIAN RAKYAT KALTARA – Maskapai Indonesia AirAsia resmi membuka rute penerbangan baru Surabaya–Tarakan melalui Balikpapan, langkah strategis yang disambut antusias oleh Pemerintah Kota Tarakan.
Pembukaan akses langsung ini diharapkan dapat mempermudah perjalanan bisnis, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata antara Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Pulau Jawa.
Penerbangan perdana ini bukan hanya menandai momen penting dalam konektivitas udara di Kalimantan. Tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pariwisata baru bagi masyarakat setempat.
Plt Direktur Utama Indonesia AirAsia Captain Achmad Sadikin Abdurachman menekankan peran penting rute ini dalam penguatan konektivitas regional.
Ia menyebut Surabaya sebagai pusat perdagangan dan industry. Kini terhubung erat dengan Balikpapan sebagai pintu gerbang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Tarakan yang tumbuh sebagai sentra perikanan dan perdagangan.
"Kehadiran rute ini mempermudah distribusi produk unggulan daerah. Termasuk hasil laut dan komoditas perikanan. Serta mendukung mobilitas masyarakat, kebutuhan bisnis, pendidikan, dan keluarga," jelasnya.
Selain manfaat domestic, Achmad juga menyoroti akses internasional yang terbuka. Masyarakat Kalimantan kini dapat terbang ke destinasi seperti Johor Bahru dan Penang di Malaysia.
Bahkan memanfaatkan layanan Fly-Thru untuk terbang ke Bangkok dan melanjutkan perjalanan ke kota-kota utama di Asia, termasuk Tokyo dan Seoul.
Tarakan dan Balikpapan dikenal sebagai kota strategis. Tarakan berperan sebagai pusat logistik dan perdagangan sekaligus menawarkan daya tarik wisata alam dan budaya, mulai dari pantai, ekowisata mangrove, hingga festival lokal.
Di tempat yang sama, Head of Indonesia Affairs and Policy Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengumumkan, permintaan untuk penerbangan ini sangat tinggi.
"Alhamdulillah penerbangan dari Tarakan ke Balikpapan terisi penuh pada hari pertama. Jika antusiasme masyarakat terus tinggi, kami berencana menambah frekuensi penerbangan hingga dua kali sehari," ujarnya.
Dukungan penuh datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan C. I.
Ratih Kusuma merasa optimis penerbangan baru ini akan memperkuat sektor pariwisata dan perdagangan.
"Dengan akses langsung ke Surabaya dan jaringan internasional yang terbuka, potensi perdagangan, investasi, dan pariwisata di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan terus berkembang," singkatnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingginya potensi pergerakan wisatawan di Kalimantan, dengan 957 ribu kunjungan wisatawan nusantara di Kalimantan Utara dan lebih dari 9,37 juta di Kalimantan Timur sepanjang Januari–Juli 2025.
Konektivitas udara yang efisien dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.
Wali Kota Tarakan Khairul menyambut positif kehadiran rute baru ini. Menurutnya, penerbangan langsung dari Surabaya ke Tarakan via Balikpapan ini memiliki potensi besar untuk menekan laju inflasi karena dapat menciptakan harga tiket yang lebih kompetitif.
"Dengan semakin banyak alternatif penerbangan, harga tiket lebih terkendali. Ini memberikan opsi bagi masyarakat, terutama di musim liburan, hari raya, atau periode libur sekolah, ketika harga tiket biasanya juga gila-gilaan," ujar Khairul.
Ia juga mengenang bahwa rute Tarakan sebelumnya pernah dilayani oleh banyak maskapai besar, dan berharap AirAsia dapat bertahan lama.
"Saya yakin, karena kalau AirAsia kan pesawatnya juga banyak, jaringannya juga banyak serta alternatif route-nya juga banyak," pungkasnya.
Kepala BLU UPBU Juwata Tarakan Bambang Hartato menambahkan, First flight AirAsia membuka akses langsung ke Pulau Jawa dan memperkuat koneksi internasional melalui Balikpapan dan Surabaya.
"Kami optimistis peluang ekonomi, investasi, dan pariwisata di Tarakan akan meningkat," singkatnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi