HARIAN RAKYAT KALTARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) selama tiga hari berturut-turut, mulai 1 hingga 3 Oktober 2025.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan Muhammad Sulam Khilmi menegaskan, peringatan ini dikeluarkan menyusul hasil analisis kondisi atmosfer terkini.
"Peringatan dini ini berada di level waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat. Wilayah yang berpotensi terdampak adalah Kabupaten Bulungan dan Malinau pada tanggal 1, 2, dan 3 Oktober," jelasnya, Rabu (1/10).
Berdasarkan data yang dirilis BMKG Tarakan, kondisi peringatan dini ini konsisten selama tiga hari.
Pada 1-3 Oktober 2025 di level waspada dengan hujan sedang sedang hingga lebat dan berdampak di wilayah Bulungan dan Malinau.
Pada level waspada, yaitu siaga (Hujan Lebat-Sangat Lebat) dan level awas (Hujan Sangat Lebat-Ekstrem) serta potensi angin kencang, BMKG Tarakan mencatat kondisi nihil untuk semua wilayah Kaltara selama periode tersebut.
"Selain peringatan dini, BMKG juga merilis prakiraan cuaca harian yang berlaku mulai Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 08.00 Wita hingga Kamis, 2 Oktober 2025 pukul 08.00 Wita," sebut Khilmi.
Secara umum, beberapa daerah di Kaltara diprediksi akan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan sepanjang hari. Namun potensi hujan mulai terlihat pada dini hari.
"Untuk Tarakan, prakiraan suhu berkisar antara 24–30 derajat celcius dengan kecepatan angin 8 km/jam. Kondisi cuaca didominasi cerah dan berawan, namun diprediksi akan turun hujan ringan pada pukul 05.00 Wita dan hujan sedang pada pukul 08.00 Wita (Kamis pagi)," ungkapnya.
Sementara itu, wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan paling awal adalah Malinau dengan potensi hujan ringan yang sudah muncul sejak pukul 23.00 Wita dan berlanjut hingga pagi hari.
Suhu di Malinau tercatat paling rendah, berkisar antara 19–28 derajat celcius.
Khilmi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dataran rendah dan bantaran sungai di Bulungan dan Malinau.
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan air atau longsor ringan, akibat curah hujan yang tinggi.
"Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui laman resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG agar dapat mengambil langkah pencegahan yang diperlukan," tutupnya. (sas/uno)
Editor : Nurismi