HARIAN RAKYAT KALTARA – Sektor perhubungan memegang peranan krusial sebagai fondasi konektivitas yang tidak hanya menunjang pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga menjaga ketahanan dan jati diri bangsa.
Hal ini ditekankan oleh Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud, dalam sebuah pernyataan. Menurutnya, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Indonesia sangat membutuhkan sistem perhubungan yang terintegrasi dan terkelola dengan baik.
"Jangan lupa, di Indonesia ini kita punya sungai, laut, darat, udara. Kalau tidak ada regulasi yang mengatur, pasti akan banyak hal yang tidak kita inginkan terjadi," ujarnya.
Dengan adanya regulasi yang terpusat dalam satu entitas, keselamatan dan kenyamanan masyarakat bisa terjamin.
Lebih dari itu, sektor perhubungan juga membangun kohesi sosial yang kuat, mencegah terfragmentasinya pulau-pulau, dan suku-suku di Indonesia.
Ibnu Saud juga menyoroti pentingnya dukungan penuh dari pemerintah kota terhadap program perhubungan. Termasuk paket stimulus yang dicanangkan oleh Presiden.
"Ini benar-benar menyangkut harga diri bangsa, menyangkut pertahanan negara kita, dan termasuk yang penting juga adalah pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
Ia menambahkan, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden tidak akan mudah tercapai, tanpa konektivitas yang baik.
Mengenai kondisi pelayanan di bandara dan pelabuhan Tarakan. Ibnu Saud mengakui bahwa meskipun dinilai terbaik di Kaltara, masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki.
Saat ini, pemerintah kota sedang berupaya meningkatkan kualitas layanan, dan Ibnu Saud menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam proses ini.
Kritik dan masukan dari publik sangat dibutuhkan, asalkan disampaikan melalui jalur yang benar.
"Kami tidak anti dengan masukan, kritik. Yang penting disalurkan dengan cara yang disediakan oleh konstitusi. Kami optimis perbaikan dapat dicapai berkat kerja sama seluruh pihak. Mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, hingga dukungan penuh dari masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BLU UPBU Bandara Internasional Juwata Tarakan, Bambang Hartato menegaskan komitmennya untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam melayani masyarakat.
"Semua sektor, baik darat, laut, udara, kita melayani pengguna jasa dengan selamat, aman, dan nyaman," ujarnya.
Sesuai arahan pimpinan, pihaknya siap melaksanakan berbagai program untuk pembenahan layanan transportasi.
Bambang juga menyoroti pentingnya dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Utara untuk mewujudkan visi ini. "Kalau saya kerja sendiri, tidak akan bisa," imbuhnya.
Terkait penetapan Bandara Juwata sebagai bandara internasional kembali, ia menjelaskan keputusan ini didasarkan pada Keputusan Menteri (KM) 37 tahun 2025 dan potensi besar yang dimiliki Kalimantan Utara.
Penerapan National Logistic Ecosystem (NLE) juga sudah dilakukan, sebagai langkah mendukung pengiriman produk ekspor dan impor melalui satu pintu.
"Apapun untuk kebaikan bangsa, kebaikan untuk masyarakat kita. Kita pasti harus lakukan itu dengan sepenuh hati," pungkas Bambang. (sas/uno)
Editor : Nurismi