HARIAN RAKYAT KALTARA - Pasca penetapannya sebagai bandara internasional melalui KM 37 tahun 2025, Bandara Juwata Tarakan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema Sinergitas Lintas Sektor Dalam Rangka Mewujudkan Bandara Juwata Tarakan Sebagai Pintu Gerbang Internasional Kalimantan Utara.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi berbagai pihak untuk menyatukan persepsi dan merumuskan strategi. Guna mendukung pengembangan bandara secara berkelanjutan.
Kepala BLU UPBU Internasional Juwata Tarakan Bambang Hartato menegaskan, penetapan ini sebuah kehormatan sekaligus tantangan.
"FGD ini salah satu cara kita menjawab tantangan tersebut. Terutama menyamakan persepsi tentang potensi yang ada di Kalimantan Utara," ujarnya, Senin (15/9).
Ia menambahkan, bandara pada dasarnya sudah siap melayani rute internasional karena status serupa pernah disandang sebelumnya. Kendati demikian, berbagai penataan akan dilakukan.
Agar pengguna jasa merasa lebih nyaman, aman, dan tertarik untuk datang ke bandara.
Bambang juga mengungkapkan, komunikasi dengan pihak maskapai sudah dilakukan, baik oleh bandara maupun pemerintah daerah.
"Kita tinggal tunggu tanggal mainnya," imbuhnya, sembari berharap doa seluruh masyarakat Kaltara.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan rute yang sudah ada, seperti ke Semarang dan Jogja.
Karena menurutnya, ramainya rute tersebut akan menguntungkan masyarakat Kaltara sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid menyatakan, Pemprov Kaltara mendukung penuh kesiapan bandara.
"Kami sudah siapkan rekomendasi dukungan dan administrasi ke kementerian terkait, terutama soal karantina, imigrasi, dan beacukai," jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan utamanya mengembalikan status internasional Bandara Juwata Tarakan yang memang didukung oleh potensi besar di wilayah tersebut.
Idham menyebutkan beberapa potensi, di antaranya kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya (Sosek Malindo) yang sudah terjalin erat antara Kalimantan Utara dengan Sabah dan Sarawak di Malaysia.
Selain itu, data menunjukkan ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja di Kaltara, dan ada potensi besar dari wisatawan yang masuk ke Sabah.
"Jika kita bisa datangkan 10 persen saja dari total wisatawan yang masuk ke Sabah per tahun, itu sudah cukup besar," katanya.
Terkait usulan pembukaan rute ke Guangzhou, Tiongkok, Idham menegaskan, akan menindaklanjutinya dalam pertemuan teknis.
Rute ini dinilai memiliki potensi besar, terutama untuk angkutan kargo produk laut seperti udang dan bandeng.
Menurutnya, ekspor langsung dari Tarakan ke luar negeri akan memangkas biaya operasional para pengusaha.
"Kami juga melihat potensi untuk penerbangan wisata religi, seperti umrah," tambah Idham.
Ia berharap agen-agen perjalanan di Kaltara dapat berpusat di Tarakan dan melakukan penerbangan langsung, yang diyakini akan sangat menguntungkan.
Secara keseluruhan, sinergi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjadikan Bandara Juwata sebagai penerbangan domestik dan internasional. (sas/uno)
Editor : Nurismi