Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kini Lebih Mandiri, Disabilitas di Kaltara Belajar Kenali Uang dan QRIS

Beraupost • Senin, 15 September 2025 | 08:27 WIB
SOSIALISASI: Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Seno Indarto membuka kegiatan sosialisasi edukasi CBP Rupiah dan QRIS, Jumat (12/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)
SOSIALISASI: Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Seno Indarto membuka kegiatan sosialisasi edukasi CBP Rupiah dan QRIS, Jumat (12/9). (SEPTIAN ASMADI/HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA - Para penyandang disabilitas di Bumi Paguntaka kini merasa lebih aman dan mandiri dalam bertransaksi.

Berkat sosialisasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, mereka mendapatkan pemahaman baru tentang keaslian uang Rupiah dan kemudahan bertransaksi nontunai.

Edukasi ini dinilai sangat membantu, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, dan memberikan solusi atas kekhawatiran yang selama ini mereka rasakan.

"Sosialisasi dari BI ini sangat membantu kami. Kami jadi tahu cara mengidentifikasi keaslian uang, terutama bagi teman-teman netra," ujar Sekretaris Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Tarakan, Gode Permana, Jumat (12/9).

Ia menambahkan, selama ini banyak penyandang tunanetra khawatir saat bertransaksi dan takut dibohongi.

"Ternyata, BI memiliki tanda-tanda khusus pada uang kertas yang bisa dikenali oleh teman-teman tunanetra untuk membedakan nominalnya. Ini sangat membantu," tambahnya.

Selain pengenalan uang Rupiah, para peserta juga mendapatkan edukasi tentang QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Gode Permana mengakui bahwa teknologi ini masih tergolong baru bagi mereka.

"Kami sangat terbantu dengan pengetahuan tentang QRIS. Ternyata kami bisa bertransaksi di mana saja, bahkan ke luar negeri. Pengetahuan ini sangat berharga bagi kami," kata Gode.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Seno Indarto menjelaskan pentingnya edukasi ini.

Khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah perbatasan seperti Kaltara. Ia menegaskan bahwa Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Kami ingin memastikan masyarakat Kaltara semakin bangga menggunakan Rupiah," kata Seno.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk merawat uang Rupiah dengan tidak melipat, menstaples, mencoret, membasahi, atau meremas uang kertas.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman penyandang disabilitas mengenai fungsi dan cara memperlakukan Rupiah dengan benar, sekaligus memperkenalkan kemudahan bertransaksi nontunai melalui QRIS. (sas/smi)

 

Editor : Nurismi
#penyandang disabiliitas #KPwBI Kaltara #sosialisasi rupiah