HARIAN RAKYAT KALTARA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang, menegaskan komitmennya untuk terus memberi perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.
Menurutnya, kondisi jalan di kawasan strategis negara itu memang masih membutuhkan penanganan. Namun penyelesaiannya harus dilakukan bertahap.
"Jalan perbatasan ini sangat penting, tapi kita juga harus memahami bahwa proses perbaikannya butuh waktu," ujarnya, Kamis (11/9) lalu.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama pembangunan jalan perbatasan adalah pembagian kewenangan.
Jalan-jalan tersebut tidak seluruhnya berada dalam tanggung jawab provinsi. Melainkan terbagi ke tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
"Yang menjadi kewajiban provinsi tentu harus kita selesaikan. Tapi kalau itu kewenangan nasional, maka kita koordinasikan ke pusat melalui Kementerian PUPR dan Balai Jalan. Jadi tidak bisa jalan sendiri," terangnya.
Zainal menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar mempermudah akses warga perbatasan, melainkan juga menyangkut kepentingan strategis.
Infrastruktur yang baik akan mendukung pertahanan negara, memperlancar distribusi logistik, hingga membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan.
"Wilayah perbatasan ini etalase terdepan bangsa. Kalau jalannya baik, itu akan menjadi kebanggaan sekaligus wajah negara kita," tegasnya.
Ia mengatakan pemerintah provinsi akan terus berupaya mencari dukungan pusat, agar pembangunan jalan perbatasan bisa dipercepat.
"Tugas kita menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Kita butuh sinergi, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten yang memiliki wilayah perbatasan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan optimal," kata dia.
Meski membutuhkan waktu, Pemprov Kaltara optimistis perbaikan jalan perbatasan dapat terwujud.
Ia berharap dukungan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk memastikan pembangunan infrastruktur tersebut berjalan sesuai harapan.
"Kalau infrastruktur perbatasan terbangun dengan baik, masyarakat akan lebih sejahtera, keamanan terjaga, dan daerah kita semakin maju," pungkasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi