Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Layanan Kapal Gratis KM Gandha Nusantara 05 di Kaltara Dipastikan Lanjut Hingga 2026

Beraupost • Rabu, 3 September 2025 | 18:00 WIB
ANGKUTAN PERAIRAN: Pelabuhan Ancam menjadi tempat Kapal Rede KM Gandha Nusantara 05 bersandar untuk melayani masyarakat yang akan berangkat menuju Tarakan. (HRK)
ANGKUTAN PERAIRAN: Pelabuhan Ancam menjadi tempat Kapal Rede KM Gandha Nusantara 05 bersandar untuk melayani masyarakat yang akan berangkat menuju Tarakan. (HRK)

BERAU POST – Kapal Rede KM Gandha Nusantara 05 terus menjadi andalan masyarakat dalam melayani rute gratis dari Ancam, Kabupaten Bulungan menuju Tarakan.

Kapal yang diluncurkan Pemerintah Pusat ini merupakan bagian dari program angkutan perairan untuk daerah 3T (Terpencil, Terdepan dan Terluar).

Dengan tujuan memperkuat konektivitas, sekaligus meringankan biaya transportasi masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara Idham Chalid mengatakan, layanan kapal Rede tersebut hingga kini masih berjalan dan dipastikan tetap berlanjut hingga tahun 2026.

“Program ini akan diteruskan karena sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan, kementerian sudah meminta kami untuk kembali mengusulkan, agar layanan bisa dilanjutkan,” jelas dia, Selasa (2/9).

Menurut Idham, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan KM Gandha Nusantara 05 masih sangat tinggi.

Bahkan, banyak warga yang menghubungi langsung pihak Dishub. Untuk meminta agar kapal tersebut bisa memuat kendaraan maupun barang dalam jumlah lebih banyak.

“Sering ada masyarakat yang telepon atau komunikasi langsung, minta agar kendaraan bisa ikut masuk. Hasil pertanian dari daerah Ancam dan sekitarnya cukup banyak. Sehingga permintaan untuk muatan barang sangat tinggi,” terangnya.

Namun, kondisi geografis perairan menjadi tantangan tersendiri. Kapal berkapasitas 93 GT itu hanya memiliki draft sekitar 1 meter.

Sehingga ada keterbatasan dalam memuat kendaraan. Saat ini, kapal hanya bisa membawa maksimal dua unit mobil kecil.

Untuk sementara, kendaraan memang belum menjadi prioritas. Karena jika kendaraan dimuat, barang-barang hasil pertanian masyarakat akan berkurang kapasitasnya.

“Jadi kami utamakan muatan barang dan kebutuhan pokok masyarakat dulu,” imbuhnya.

Guna mengatasi persoalan keterbatasan muatan, Dishub Kaltara telah mengajukan permohonan penambahan armada.

Idham menyebutkan, pihaknya meminta adanya kapal dengan ukuran lebih kecil. Namun mampu menjangkau daerah-daerah dengan kondisi sungai dangkal.

“Kita sudah usulkan agar ada kapal dengan ukuran lebih kecil. Tapi dengan kemampuan angkut yang sesuai kebutuhan. Jadi akses masyarakat tidak terputus, khususnya saat kondisi muara dangkal di musim tertentu,” ujarnya.

Layanan KM Gandha Nusantara 05 hingga kini masih digratiskan untuk masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang ingin menghadirkan transportasi inklusif dan terjangkau bagi daerah-daerah yang masuk kategori 3T.

“Seluruh biaya transportasi untuk penumpang masih ditanggung Pemerintah Pusat. Jadi masyarakat tidak perlu membayar. Program ini sangat membantu, terutama dalam menekan biaya distribusi barang dan mobilitas orang antarwilayah,” jelasnya.

Ia memastikan, Pemerintah Provinsi Kaltara terus mendorong agar program tersebut dilanjutkan setiap tahun melalui mekanisme usulan resmi ke Kementerian Perhubungan.

“Bulan lalu kami sudah diminta kembali mengusulkan perpanjangan. InsyaAllah tahun depan layanan ini tetap berlanjut,” tuturnya. (fai/uno)

Editor : Nurismi
#KM Gandha Nusantara 05 #logistik #Tarakan #kapal gratis #Kaltara