Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Nelayan yang Hanyut di Perairan Pelabuhan Malundung Ditemukan Meninggal di Tanjung Pasir

Beraupost • Rabu, 27 Agustus 2025 | 07:25 WIB
EVAKUASI KORBAN: Jasad korban dievakuasi tim SAR gabungan di perairan Tanjung Pasir, Tarakan Timur, Selasa (26/8). (SAR TARAKAN UNTUK HRK)
EVAKUASI KORBAN: Jasad korban dievakuasi tim SAR gabungan di perairan Tanjung Pasir, Tarakan Timur, Selasa (26/8). (SAR TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Jasad Muhammad Basri (33), korban yang tenggelam setelah hanyut di perairan Pelabuhan Malundung, Tarakan, berhasil ditemukan sekitar pukul 14.20 Wita, Selasa (26/8).

Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Tanjung Pasir, Tarakan Timur.

Menurut laporan tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tarakan, jasad korban ditemukan sekitar 3,53 Nautical Miles (NM) dari lokasi terakhir korban terlihat.

"Setelah ditemukan, tim segera mengevakuasi jasad Basri untuk dibawa ke rumah duka," jelasnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR yang terlibat, termasuk Kantor SAR Tarakan, Polairud Polres Tarakan, Kodim 09/07 Tarakan, Bakamla, dan berbagai instansi lainnya, dibubarkan dan kembali ke kesatuan masing-masing.

Syahril menjelaskan, insiden tragis ini bermula pada Minggu (24/8) sekitar pukul 17.30 Wita.

Muhammad Basri, seorang pemukat, sedang berada di perairan Pelabuhan Malundung. Saat itu, ia sedang memeriksa pukatnya yang tersangkut di sebuah ponton kayu. Namun, kapal yang ia tumpangi tiba-tiba hanyut karena tali ikatannya longgar.

"Melihat kapalnya terbawa arus, Basri dengan sigap terjun ke laut untuk mengejar," tuturnya.

Akan tetapi, ia justru terseret arus deras dan menghilang. Rekan korban yang berada di lokasi, Musrin, segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Tarakan pada keesokan harinya, Senin (25/8).

Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian. Upaya pencarian dilakukan selama dua hari, hingga akhirnya Basri ditemukan pada hari kedua operasi. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#nelayan #tenggelam #Tarakan #meninggal