Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dua Korban Tewas Diduga Keracunan Miras Oplosan, Polisi Tutup Sementara THM di Tarakan

Beraupost • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 17:20 WIB
OLAH TKP: Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik pimpin langsung olah TKP di THM yang diduga ada insiden keracunan hingga meninggal dunia, Kamis (21/8) lalu. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)
OLAH TKP: Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik pimpin langsung olah TKP di THM yang diduga ada insiden keracunan hingga meninggal dunia, Kamis (21/8) lalu. (POLRES TARAKAN UNTUK HRK)

HARIAN RAKYAT KALTARA – Tempat hiburan malam (THM) The Dragon Exotic Lounge yang berlokasi di Jalan Patimura, Kelurahan Pamusian, Tarakan, ditutup sementara oleh polisi. Menyusul insiden dugaan keracunan minuman beralkohol.

Insiden ini diduga menyebabkan dua orang meninggal dunia. Satu merupakan pengunjung dan satunya lagi pemandu karaoke (LC).

Sementara beberapa lainnya, termasuk LC, harus dirawat ke rumah sakit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu korban meninggal dunia diduga seorang pengunjung THM.

Selain itu, satu pengunjung lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Empat pemandu karaoke juga sempat dibawa ke rumah sakit. Salah satu dari mereka saat ini masih dirawat intensif di ruang ICU.

Sementara itu, beberapa korban lain sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik menyatakan, sedang melakukan penyelidikan intensif.

Tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi tersebut, yang kini telah dipasangi garis polisi, Kamis (21/8).

"Kami sudah melakukan olah TKP dan akan memeriksa para saksi. Mereka dipanggil ke Polres untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mendapatkan informasi terkait kondisi para korban.

Polisi belum dapat memastikan apakah minuman yang menjadi penyebab keracunan adalah miras oplosan atau jenis lainnya.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan dari rumah sakit," kata Erwin.

Untuk keperluan penyelidikan, barang bukti berupa minuman dan benda lainnya telah disita dari TKP.

Polisi juga terus mengumpulkan informasi dari para saksi yang telah diperiksa di kantor polisi.

"Kami masih mengumpulkan data lengkap mengenai identitas para korban, baik yang bekerja di THM maupun pengunjung," tambah Kapolres.

Sementara itu, salah seorang owner THM tersebut, Asyari Akbar tidak merespons saat dihubungi pewarta melalui pesan singkat.

Pihak berwajib telah melakukan autopsi terhadap salah satu korban meninggal. "Korban LC berinisial N sudah kami lakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kaltara pada Kamis malam 21 Agustus," kata Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah.

Dari hasil autopsi, sampel organ tubuh korban telah diambil dan dikirimkan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri di Bogor untuk diteliti lebih lanjut. Untuk hasil resminya masih menunggu dari Puslabfor.

Setelah diautopsi, jenazah korban langsung dibawa ke Jakarta untuk dimakamkan, sesuai domisili keluarganya di Bandung. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi.

Termasuk empat pekerja THM dan satu pelapor. Rencananya, dua orang pengunjung yang berada di lokasi saat kejadian juga akan diperiksa.

"Kami akan terus dalami kasus ini dan memanggil saksi-saksi lainnya yang diduga mengetahui kejadian," imbuh Ridho.

Selain dua korban meninggal, polisi menyebut ada tiga korban lain yang mengalami gejala serupa dan masih dalam perawatan medis.

Satu dari tiga korban tersebut sudah bisa diajak komunikasi, sedangkan dua lainnya masih dalam pantauan tim medis.

Terkait operasional THM, Kasat Reskrim menyatakan tempat tersebut saat ini masih dipasangi garis polisi dan tidak menutup kemungkinan akan ditutup sementara.

Ridho menjelaskan, diduga awal kejadian itu terjadii pada Sabtu (16/8) sekira pukul 02.23 WITA. Namun pada pukul 15.00 WITA, LC berinisial J dirawat di RSUD dr Jusuf SK.

Disusul N yang dirawat di RSUD sekira pukul 22.00 WITA. Hingga akhirnya N dinyatakan meninggal dunia.

"Indikasi sementara masih didalami. Yang di konsumsi masih kami lakukan periksaan. Barang bukti yang diamankan juga belum ada," pungkasnya. (sas/uno)

Editor : Nurismi
#miras oplosan #thm #pemandu karaoke #Tarakan #meninggal