HARIAN RAKYAT KALTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini menerapkan pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur, dengan menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai faktor utama yang menjadi dasar pengambilan kebijakan.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara Bertius, saat memaparkan arah kebijakan pembangunan yang kini lebih terintegrasi dengan potensi ekonomi daerah.
"Infrastruktur itu menjadi faktor pendukung untuk pergerakan ekonomi. Sekarang, kita pastikan dulu faktor pengungkit ekonominya ada, baru infrastruktur dibangun," ujar Bertius, Senin (21/7).
Bertius menjelaskan, pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan jembatan tidak lagi dilakukan berdasarkan asumsi kebutuhan semata.
Tetapi harus berbasis pada potensi riil ekonomi yang sudah tumbuh atau diproyeksikan tumbuh di wilayah tersebut.
Ia mencontohkan pembangunan jalan di kawasan perkebunan yang kini dilakukan setelah ada aktivitas ekonomi yang nyata.
"Kalau ada perkebunan di suatu lokasi, kita perlu membangun jalan. Agar komoditasnya bisa diangkut dengan baik. Artinya, nilai ekonominya harus ada lebih dulu," jelasnya.
Pendekatan ini, menurutnya, berbeda dengan pola pembangunan sebelumnya. Dimana infrastruktur dibangun terlebih dahulu dengan harapan ekonomi akan mengikuti.
Kini, Pemprov Kaltara memilih strategi yang lebih selektif dan terukur agar pembangunan tidak mubazir.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltara untuk menciptakan sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Terutama di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit diakses. Dengan perencanaan yang matang, pemerintah ingin memastikan infrastruktur benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi dan bukan sekadar simbol pembangunan.
"Kami ingin memastikan semua daerah di Kaltara dapat terhubung dengan baik. Sehingga potensi ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal," harapnya.
Menurutnya, konektivitas antarwilayah tidak hanya mempermudah distribusi barang dan jasa. Tetapi juga membuka peluang investasi baru serta meningkatkan daya saing daerah.
Pembangunan infrastruktur yang berbasis pada kebutuhan dan potensi ekonomi lokal ini diharapkan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Jalan-jalan penghubung antarwilayah, akan memudahkan petani dan pelaku usaha kecil dalam menjual hasil produksinya ke pasar yang lebih luas.
Dengan strategi ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Kaltara bisa lebih berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat di lapisan bawah.
Dengan pendekatan yang lebih holistik dan berorientasi pada hasil nyata. Pemprov Kaltara berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan untuk infrastruktur benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas. (fai/uno)
Editor : Nurismi