TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) ditarget oleh pusat perluasan dan optimalisasi lahan pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Luas Tambah Tanam (LTT) Padi dan Padi Gogo, serta Cetak Sawah di tahun 2025.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan RI, Inneke Kusumawaty mengatakan, Kaltara secara keseluruhan menargetkan Optimalisasi lahan seluas 10.257 hektare, LTT padi reguler 18.011 hektare, Padi Gogo 4.280 hektare, cetak sawah baru 7.000 hektare.
"Sementara itu, luas baku sawah eksisting di Kaltara tercatat 12.148 hektare," terangnya, belum lama ini.
Dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Utara, Kabupaten Nunukan menjadi penyumbang terbesar dalam target cetak sawah baru dengan alokasi seluas 3.000 hektare.
Menyusul Bulungan (3.000 ha), Malinau (750 ha), dan Tarakan (250 ha). Kabupaten Tana Tidung tidak mendapat alokasi cetak sawah tahun ini.
"Selain itu, jumlah target LTT padi reguler di Nunukan juga yang tertinggi dibanding daerah lain, yakni mencapai 6.758 hektare, serta 3.200 hektare untuk Padi Gogo," jelasnya.
Program ini juga melibatkan Brigade Pangan dan Balai Penyuluhan (BP) dalam mengelola lahan, terutama di lahan cetak sawah. Total target keterlibatan BP di lahan cetak sawah mencapai 35 hektare, dan 52 hektare di lahan optimalisasi.
"Luasan lahan yang dikelola oleh Brigade Pangan atau BP minimal harus mencapai 150 hektare," kata dia.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis di Kaltara dalam mendukung kedaulatan pangan daerah.
Sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi. Dengan keterlibatan lintas sektor dan daerah, target yang ditetapkan diharapkan dapat tercapai secara optimal pada tahun anggaran 2025. (fai/uno)
Editor : Nurismi