TANJUNG SELOR – Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kaltara memastikan daya tampung Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun ajaran 2025 mencukupi kebutuhan lulusan SMP dan MTs. Bahkan, terdapat surplus kapasitas di hampir semua kabupaten/kota.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Panitia SPMB Kaltara Sutikno, terjadi peningkatan daya tampung dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring dengan pembukaan sekolah baru, khususnya di wilayah Kota Tarakan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), dan Nunukan.
“Secara umum daya tampung tahun ini meningkat. Kami mencatat ada kelebihan kapasitas di sejumlah daerah. Di Bulungan misalnya, daya tampung berlebih 861 kursi, di Nunukan 1.475 kursi, Tana Tidung 124 kursi, Tarakan 1.174 kursi, dan Malinau 537 kursi,” sebutnya, Minggu (1/6).
Data tersebut merupakan gabungan dari sekolah negeri dan swasta. Jika dilihat dari sekolah negeri saja, angka masih tetap mencukupi.
Sebagai contoh, di Nunukan, lulusan SMP dan MTs tercatat 2.988 siswa, sementara daya tampung SMA/SMK negeri mencapai 3.384 kursi. Belum termasuk tambahan dari sekolah swasta sebanyak 1.079 kursi.
“Artinya, secara kuantitatif daya tampung tidak kurang. Permasalahan yang muncul biasanya karena sebagian besar orang tua atau siswa mengincar sekolah tertentu saja, terutama yang dianggap favorit,” ujarnya.
Sutikno mengakui, meskipun secara sistem seluruh sekolah diperlakukan setara. Namun stigma
“sekolah favorit” di masyarakat sulit dihindari. Hal ini seringkali menyebabkan konsentrasi pendaftar di sekolah tertentu. Sementara sekolah lain meskipun berkualitas masih memiliki ruang kosong.
“Pemerintah tidak pernah membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Namun persepsi masyarakat seringkali dipengaruhi oleh faktor seperti gedung yang megah, lokasi strategis, atau fasilitas lengkap,” jelasnya.
Padahal, lanjutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fisik bangunan atau sarana-prasarana. Tetapi juga oleh kompetensi guru, sistem pembelajaran, serta penerapan kurikulum yang relevan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih terbuka terhadap pilihan sekolah yang tersedia. Baik negeri maupun swasta, dan menilai berdasarkan kualitas pembelajaran serta kebutuhan siswa.
“Kami pastikan semua sekolah di Kaltara mendapat perhatian dan pembinaan. Jangan sampai anak-anak kesulitan sekolah hanya karena mengejar satu nama besar saja,” tegasnya. (fai/uno)
Editor : Nurismi