TANJUNG SELOR – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau sudah resmi beroperasi sejak Oktober 2024 lalu.
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang didampingi Wakil Gubernur Ingkong Ala, Bupati Malinau, dan jajaran Forkominda, meninjau langsung fasilitas dan petugas di PLBN tersebut. Gubernur memuji kelengkapan sarana dan prasarana PLBN Long Nawang.
“Kita lihat petugas-petugas sudah cukup lengkap di sini dan bekerja dengan baik. PLBN di Long Nawang sudah aktif dan melayani masyarakat yang melakukan lintas batas antar negara,” ujar Gubernur, belum lama ini.
Hingga saat ini, PLBN hanya menerbitkan Surat Keterangan Lintas Batas belum ada pelayanan cap paspor.
Kemudian, ruang keberangkatan dan kedatangan, ruang pemeriksaan, hingga area tunggu penumpang telah rampung.
Tidak hanya itu, meski dapat dilalui, kondisi jalan menuju PLBN dan ke wilayah Sarawak masih belum rata aspal.
“Kalau tidak hujan, kondisinya cukup bagus. Namun dari PLBN ke Sarawak banyak yang rusak,” kata dia.
Ia menekankan, perlunya dukungan Pemerintah Pusat untuk pendanaan perbaikan jalan. Sehingga konektivitas kedua wilayah semakin lancar.
Sejauh ini, Indonesia sudah menjalin kerja sama PLBN dengan Sabah, Malaysia. Berikutnya, Kaltara akan membahas PLBN bilateral dengan Sarawak melalui rapat bersama.
“Nanti kami akan laksanakan rapat khusus dengan Sarawak,” ungkap Gubernur.
Urgensi PLBN di Kaltara keberadaan PLBN Long Nawang sangat strategis bagi Kaltara. Diantaranya ialah memperkuat kedaulatan, di wilayah terluar.
Menunjang pertumbuhan ekonomi lokal, lewat arus barang dan jasa. Memberikan pelayanan administratif, kepada masyarakat desa perbatasan.
“Kita sangat membutuhkan PLBN di wilayah Kaltara. Hanya perlu perhatian Pemerintah Pusat untuk membiayai fasilitas, terutama jalan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan mereka.
Dengan semua fasilitas yang sudah siap dan dukungan lintas instansi, PLBN Long Nawang kini resmi menjadi pintu gerbang baru menghubungkan Indonesia dengan Malaysia.
Sembari memperkuat keberadaan negara di ujung utara Kalimantan. (fai/uno
Editor : Nurismi