TARAKAN – Kondisi jalan amblas di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan,Tarakan Barat, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil akibat kecelakaan, namun juga menimbulkan trauma bagi masyarakat setempat. Warga khawatir akan terus terjadi korban jiwa jika perbaikan jalan tidak segera dilakukan. Terlebih kondisi ini sudah dua tahun tidak kunjung diperbaiki.
Syamsuddin, salah seorang warga Juata Kerikil, mengungkapkan setiap kali melintas di jalan tersebut, ia merasa takut akan terjadi kecelakaan. "Kondisi jalannya sudah amblas. Saya berharap pemerintah segera bertindak agar kami bisa merasa aman dan nyaman saat berkendara," ujarnya.
Jalan ini merupakan satu-satunya akses untuk menuju wilayah tengah kota. Tidak sedikit pengendara yang melintas mengalami kecelakaan. Tidak hanya jatuh terperosok di dalam lubang, bahkan masyarakat kerap kali bertabrakan dengan pengedara lain di sisi sebelah kanan, karena harus menghindari lubang tersebut.
"Lubangnya sebelah kiri.Mau tidak mau kita agak ke kanan, takutnya celaka. Banyak sudah yang jatuh di sini, ada yang luka-luka, patah kaki sampai meninggal dunia," keluhnya.
Menanggapi keluhan warga, Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Randy Rahmadhana Erdian, menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta perbaikan jalan nasional tersebut. Ia juga menyayangkan lambannya penanganan masalah ini, mengingat jalan Aki Balak merupakan akses utama bagi masyarakat menuju Kecamatan Tarakan Utara.
"Menurut aduan masyarakat, itu terbengkalai tidak ada perhatian sama sekali. Makanya nanti kami dari DPRD akan bersurat ke pemerintah pusat, agar segera diperbaiki," katanya.
Ia menyebut jalan Aki Balak ini statusnya jalan nasional, sehingga pemerintah provinsi maupun kota tidak punya wewenang untuk memperbaiki.
"Sebenarnya wewenang terhadap jalan ini, Kementerian PUPR bagian Bina Marga. Kami harap bisa segera menganggarkan untuk pemeliharaan nanti akan saya coba melakukan komunikasi," ujarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengungkapkan badan jalan amblas ini, sudah beberapa kali memakan korban. Bahkan korban ada sampai patah tulang hingga koma, karena kecelakaan di lokasi tersebut.
"Ini akan menjadi atensi penting bagi kami, apalagi sudah banyak korban. Saya kira ini jalan provinsi ternyata ini jalanan nasional, Harapannya bisa mendapat perhatian dan secepatnya dikerjakan," tegasnya.(sas/smi)
Editor : Nurismi