TARAKAN – Musibah tanah longsor menerjang RT 15 dan RT 70 Kelurahan Karang Anyar, Tarakan, pada Rabu (25/12) pukul 02.00 Wita. Hujan deras yang mengguyur sepanjang malam mengakibatkan dua rumah warga tertimbun material longsor. Tiga jiwa melayang dalam peristiwa tragis ini, termasuk seorang anak berusia 8 tahun yaitu Mina (36), Arfan (8) dan Anselmus (45).
Dua unit rumah di RT 15 yang tertimbun longsoran tanah. Rumah tersebut milik Muhammad Roil dan Ponijan yang anak dan istrinya turut menjadi korban bencana alam.
Muhammad Roil, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian, menceritakan detik-detik mencekam saat longsor terjadi. Ia mendengar teriakan minta tolong dari tetangganya Ponijan, namun tak banyak yang bisa dilakukan karena kondisi yang sangat gelap dan hujan yang terus mengguyur.
“Tetangga sebelah rumah kami, ketok-ketok pintu memberitahukan kalau rumah Pak Ponijan sudah runtuh. Saat itu kondisi di depan pintu rumah kami sudah banyak puing-puing longsoran tanah,” cerita Roil.
Setelah itu, ia keluar menuju rumah milik Ponijan dan menyaksikan timbunan tanah setinggi 2 hingga 3 meter di dalam rumah tersebut. Ia pun tak dapat berbuat banyak lantaran tak berselang lama, bagian belakang rumahnya pun turut tertimpa longsor.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Paling tidak menunggu pagi lalu bisa dievakuasi,’’ lanjutnya.
Lebih lanjut Roil menjelaskan, ia beserta anggota keluarganya selamat. Hanya saja tetangga rumahnya tidak dapat diselamatkan. Saat longsor terjadi, diduga korban tengah tertidur di kamar, sedangkan suaminya tidur di ruang keluarga.
"Korbannya itu istrinya dan anaknya kelas 2 SD. Tanah itu awalnya menghantam dapur tembus ke kamar sampai ke ruang keluarga," tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT 15 Kelurahan Karang Anyar, Muhammad Azis Alfatah mengaku saat itu suami korban melapor ke dirinya sekitar pukul 02.00 Wita. Lantaran hujan yang sangat lebat, ia mengaku tak mendengar teriakan dan ketukan pintu dari Ponijan.
"Lalu ada dua warga lain datangi saya, sekira pukul 03.30 WITA, baru saya ke TKP. Begitu saya sampai TKP itu sudah rata dengan tanah," katanya.
Saat itu, Azis menghubungi personel Bhabinkamtibmas setempat dan unsur penyelamatan lainnya. Sebab tidak bisa melakukan evakuasi mandiri, dikarenakan kondisi lokasi yang tertimbun tanah dan aliran listrik yang belum terputus.
Evakuasi terhadap korban juga terkendala banjir yang ada di Kelurahan Karang Anyar sehingga menyebabkan akses jalan terhambat. Evakuasi juga baru dapat dilakukan sekitar pukul 05.00 Wita. Ditemukannya korban berada di ruang tamu, dengan posisi berdampingan.
"Saya ke Polsek dan juga minta bantuan pemadam untuk mengevakuasi. Sudah kita berusaha dan memang Allah berkehendak lain. Sekitar 3 jam kita lakukan pencarian korban," bebernya.(sas/smi)
Editor : Nurismi