Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jangan Sampai Mubazir! Hindari 8 Kesalahan Fatal Ini Saat Mengolah Daging Kurban

Nurismi • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:29 WIB
Ilustrasi daging kurban. (Magnific)
Ilustrasi daging kurban. (Magnific)

BERAU POST - Momen Iduladha selalu penuh dengan stok daging segar di rumah. Persediaan daging kurban ini biasanya langsung diolah menjadi berbagai macam hidangan. Namun, banyak orang yang sering melakukan kesalahan saat mulai mengolahnya.

Daging bisa menjadi sangat alot jika dimasak dengan cara yang salah. Selain tekstur alot, aroma tidak sedap juga sering kali muncul.

Bau tidak sedap ini bisa merusak selera makan seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, teknik persiapan dan memasak sangatlah penting untuk dipelajari.
 
Melansir dari RBC Ukraine dan Easy Clean Cook, berikut adalah delapan kesalahan utama yang wajib dihindari saat mengolah daging.

1. Memilih Daging Berwarna Gelap

Kesalahan pertama sering terjadi saat memilih warna daging sapi mentah. Orang sering mengambil potongan daging dengan warna merah yang sangat tua.Lemak kuning kecokelatan juga kerap dianggap sebagai hal biasa oleh pembeli.

Kondisi fisik tersebut menandakan daging berasal dari hewan yang sudah tua. Hewan yang lebih tua akan menghasilkan daging yang jauh lebih keras. Daging jenis ini tetap alot meski sudah dimasak dalam waktu lama.

Daging merah muda dengan lemak krem adalah pilihan yang paling sempurna. Memilih bahan berkualitas akan membuat proses memasak menjadi jauh lebih mudah.

Kunci keberhasilan dalam mengolah daging sapi adalah memilih daging yang berwarna merah muda dengan lemak berwarna krem muda dan memastikan teknik memasak yang tepat. 

2. Tidak Melakukan Proses Marinasi
 
Daging sapi sering langsung dimasak tanpa direndam bumbu terlebih dahulu. Padahal, proses perendaman ini sangat penting untuk menjaga kelembutan serat ototnya.Daging yang tidak dimarinasi akan terasa sangat kering saat mulai dikunyah.

Langkah awal yang paling mudah adalah menggunakan bahan cair yang asam. Cuka atau perasan jeruk nipis bisa menjadi pilihan marinasi alami. Cairan asam ini sangat ampuh memecah serat keras pada daging sapi.

Perendaman tidak butuh waktu terlalu lama untuk memberikan efek yang maksimal. Daging akan terasa jauh lebih lembut dan gurih saat sudah matang.

3. Memotong Searah Serat Otot

Cara memotong sangat menentukan tekstur akhir hidangan daging sapi kurban. Banyak orang asal memotong daging tanpa melihat arah serat pada ototnya. Memotong searah serat akan membuat potongan daging menjadi sangat susah dikunyah.

Daging seharusnya selalu dipotong berlawanan arah atau melintang dari bentuk seratnya. Gunakan selalu pisau yang tajam agar potongan daging terlihat lebih rapi. Pisau tajam juga mencegah daging menjadi hancur sebelum masuk ke wajan.

Teknik yang tepat akan membuat daging mudah putus saat mulai digigit. Langkah sederhana ini sering diabaikan meski sangat menentukan kualitas akhir masakan.

4. Memasak Menggunakan Suhu Tinggi

Banyak orang memakai api besar agar daging bisa cepat tersaji matang. Padahal, suhu terlalu tinggi justru membuat lemak pada daging cepat terbakar. Lemak yang gosong ini memicu munculnya bau menyengat di seluruh dapur.

Protein dalam daging juga ikut rusak jika dipanaskan terlalu berlebihan. Bau yang tajam dari wajan ini akan menempel pada semua masakan. Aroma sedap asli daging sapi akan hilang dan berubah menjadi tengik.

Suhu kompor sedang adalah pilihan paling aman untuk memasak hidangan daging. Memasak secara perlahan akan mengeluarkan sari dan rasa daging yang terbaik.

5. Memakai Daging Kurang Segar

Tingkat kesegaran bahan baku menjadi syarat utama membuat masakan yang enak. Daging yang sudah terlalu lama disimpan pasti mengalami proses pembusukan alami.

Pembusukan ini memancing bakteri yang langsung memicu munculnya bau sangat asam.

Daging sapi tidak segar akan kehilangan warna merah terang alaminya. Teksturnya perlahan menjadi berlendir jika disentuh dengan tangan secara langsung. Bau asam yang kuat adalah tanda paling pasti daging sudah rusak.

Daging berkualitas baik hanya memiliki sedikit aroma logam yang sangat ringan. Jangan pernah memasak daging berlendir demi menjaga kesehatan pencernaan seluruh keluarga.

6. Menyimpan Daging secara Sembarangan

Menyimpan daging di luar kulkas adalah kesalahan yang sangat fatal. Suhu ruang akan membuat lemak daging teroksidasi dengan sangat cepat. Oksidasi lemak inilah yang menghasilkan aroma mirip bau minyak goreng basi.

Daging mentah wajib masuk ke kulkas segera setelah tiba di rumah. Paparan udara bebas akan merusak kualitas kimiawi di dalam potongan daging. Udara membawa kuman yang mempercepat kerusakan serat serta memicu bau daging.

Simpanlah daging sapi di dalam wadah kedap udara yang tertutup rapat. Cara ini sangat efektif mencegah bau tengik yang tidak diinginkan muncul.

7. Membeli Daging Kualitas Rendah

Bahan daging yang murah terkadang mengorbankan kualitas masakan secara umum. Beberapa daging mungkin mengandung zat pewarna buatan dari penjual yang nakal. Bahan kimia tambahan ini akan bereaksi sangat aneh jika terkena panas.

Reaksi kimia di atas wajan tersebut akan menghasilkan bau yang ganjil. Bau aneh tersebut benar-benar menutupi aroma lezat kaldu daging sapi murni. Hasil akhirnya adalah rasa masakan yang hambar dan tentu kurang sedap.

Masyarakat harus lebih teliti saat memilih penjual daging di pasar tradisional. Pedagang terpercaya pasti akan menjamin hidangan terbebas dari bau tidak wajar. 

8. Memanaskan Ulang secara Keliru

Sisa lauk daging kurban sering kali dihangatkan kembali pada keesokan harinya. Cara menghangatkan yang salah justru bisa membuat bau lauk semakin pekat. Pemanasan mendadak membuat sari daging melepaskan senyawa volatil ke udara bebas.

Penggunaan mesin pemanas instan kadang membuat tingkat panas tidak merata sempurna. Bagian tertentu dari daging bisa menjadi gosong tanpa kita sadari sebelumnya. Hal ini menyebabkan munculnya aroma sisa masakan yang kurang menggugah selera.

Gunakanlah wajan di atas kompor dengan setelan api yang paling kecil. Panas yang perlahan akan menjaga rasa lauk tetap lezat tanpa bau.

Memasak daging memang butuh ketelitian dari tahap awal hingga proses pemanasan. Delapan kesalahan di atas kini bisa dicegah dengan langkah yang sederhana. Semua panduan ini sangat praktis untuk diterapkan secara langsung di dapur.

Keluarga kini bisa menikmati hidangan lezat dengan tekstur daging yang empuk. Aroma sedap dari bumbu juga akan menguar wangi memenuhi seluruh ruangan. 

Selamat mencoba berbagai kreasi masakan lezat tanpa takut daging menjadi alot.

Editor : Nurismi
#mengolah #bau #daging kurban